PENERAPAN PENTING HUKUM-HUKUM BIOMEKANIK

1. Semua gerakan tubuh menggunakan mesin-mesin sederhana dengan tuas yang lebih jauh sangat sering menggunakan mesin dalam tubuh. Tetapi kerekan dan roda dan as roda digunakan dalam jumlah terbatas.
2. Ada tiga macam tuas, diketahui sebagai kelas pertama, kedua dan ketiga. Dalam tuas kelas pertama, sumbu di antara kekuatan dan tahanan. Dalam tuas kelas kedua, tahanan ada di antara sumbu dan kekuatan. Dalam tuas kelas ketiga, kekuaan ada di antara sumbu dan tahanan.
3. Tuas ketiga paling lazim dalam tubuh manusia. Ada beberapa tuas kelas pertama dan beberapa banyak tuas kelas kedua dalam tubuh.
4. Tiap-tiap tuas memiliki lengan kekuatan yang jaraknya tegak lurus dari garis kekuatan pada sumbu, dan lengan tahanan yang jaraknya tegak lurus dari tahanan pada sumbu. Perbandingan diantara dua lengan adalah perbandingan mekanika dari tuas. Perbandingan mekanik dapat dirubah dengan membetulkan panjagnya yang relative dari dua lengan.
5. Dari pandangan yang praktis tuas badan dapat diperpanjang dengan menambahkan pada bagian tubuh sebagaian alat, misalnya raket dan baseball bat.
6. Dalam menggunakan tuas atau beberrapa mesin sederhana yang lain, baik kecepatan atau kemampuan untuk menggunakan kekuatan dapat diperoleh dengan menyokong yang lain.
7. Dalam roda dan as roda yang disusu, kemampuan untuk menggunakan kekuatan diperoleh bila roda diputar agar menggunakan kekuatan dengan as roda. Sebaliknya, kecepatan diperoleh bila roda diputar, menyebabkan ekstremitas roda bergerak lebih cepat dari pada as roda. Baik kecepatan dan kekuatan disusun dalam tubuh manusia.
8. Kerek yang ada dalam tubuh manusia adalah kerek yang sederhana yang hanya mengubah arah tarikan dan tidak merubah perbandingan mekanik.
9. Pengetrapan yang benar dari mesin dalam tubuh manusia adalah merupakan dasar untuk memeriksa teknik penampilan gerak.

GERAK
a.Gerak translatori
1. Sebuah obyek bergerak dalam sebuah garis lurus apabila:
a. Obyek dapar bergerak secara bebas, dan kekuatan digunakan pada pusat. Bigitu kekuatan digunakan pada sebuah titik yang lebih jauh dari tititk berat badan, obyek akan berputar mengelilingi titik berat badannya pada kecepatan yang lebih cepat.
b. Tubuh menghiraukan dimana kekuatan digunakan, obyek adalah hanya bebas utuk bergerak didalam jalan linear.
2. Tubuh manusia mengalami gerak linear apabila gerak itu didorong atau ditarik oleh kekuatan luar atau meluncur melalui permukaan yang halus
3. Dalam banyak contoh, tubuh mengalami gerak linear berkenaan dengan gerak rotasi dari beberapa ruasnya.
4. Dalam beberapa contoh, distal dapat mengalami gerak linear berkenaan dengan gerak rotasi dari ruas-ruas proksimal
b.Gerak rotasi
1. Sebuah obyek akan berputar apabila kondisi berikut:
a. Jika obyek dapat bergerak bebas, kekuatan digunakan dekat pusar. Bagitu kekuatan digunakan pada sebuah titik yang lebih jauh dari titik berat badan, obyek akan mengelilingi titik beratnya pada kecepatan yang lebih cepat
b. Jika kekuatan digunakan pada beberapa bagian obyek, maka kekuatan hanya bebas untuk bergerak dalam sebuah jalan putaran.
2. Tubuh manusia secara keseluruhan mengalami gerak rotasi dibawah kondisi berikut: apabila ia tidak disokong, maka ia berputar mengelilingi titik beratnya
3. Ruas-ruas tubuh seseorang mengalami geraka sudut yang menyebabkan ruas berputar mengelilingi sebuah sumbu yang lewat melalui sendi.

PRINSIP-PRINSIP YANG DIHUBUNGKAN PADA HUKUM KELEMBAMAN.
a.Menggabungkan gerak translatori dan rotary
• Penampilan yang berhasil sering memerlukan penggabungan gerak translatori dan rotary secara efektif
b.Kontinuitas gerak
• Apabila menampilkan aktivitas dimana dua atau lebih gerak yang berurutan menyokong gerakan dalam arah yang sama, biasanya harus tidak ada istirahat diantar gerak. Penyelesaian gerak yang pertama menunjukkan mengatasi banyaknya kelembaman tertentu. Beberapa keragu-raguan sebelum gerak berikutnya akan menghasilkan kehilangan beberapa atau semua keuntungan yang sudah diperoleh oleh gerak yang sebelumnya.
c.Pengaruh daya gerak (momentum)
• Momentum adalah hasil dari massa dan kecepatan oleh karena itu, jika salah satu dari komponen ini ditingkatkan obyek memiliki momentum yang lebih besar menurut perbandingan dan lebih besar momentum dari sebuh obyek, tahanan(kelembaman) yang lebih besar akan ada pada sebuah perubahan dalam arah atau kecepatan. Lebih jauh, jika gerak dari obyek menjadi sebuah kekuatan (karena ia bersentuhan dengan obyek lain), kekuatan akan menjadi sama dengan momentum.
d.Pemindaan daya gerak
• Daya gerak (momentum) yang dikembangkan dalam sebuah ruas badan dapat dipindahkan badankeseluruhan, dan ruas badan lebih panjang dan lebih berat, dan lebih besar kecepatannya, lebih besar akan disokongnya pada momentum badan keseluruhan.

PRINSIP-PRINSIP YANG DIHUBUNGKAN PADA PERCEPATAN
a.Percepatan adalah berbanding lurus pada kecepatan
• Percepatan adalah berbanding lurus pada kekuatan yang menyebabkannya, menetapkan massa dipertahankan konstan, artinya bahwa jika kekuatan digandakan, kecepatan percepatan juga digandakan, dan sebagainya. (kecuali untuk pengaruh tahanan udara dan air yang berbeda dengan hokum kuadrat teoritis)
b.Percepatan maksimum dan efisiensi gerak
• Untuk menghasilkan percepatan yang maksimum semua kekuatan yang dapat dipakai harus dipakai secara berurutan dengan waktu yang tepat dan sedapat mungkin secara langsung dalam garis gerak yang dimahsudkan, dan gerakan-gerakan badan tambhan pada gerakan yang diinginka harus dikurangi sampai minimum sebab mereka menghamburkan energi dan mengganggu gerakan-gerakan yang produktif.
c.Pengarurh radius badan pada kecepatan rotasi
• Apabila badan berputar, memperpanjang radius memperlambat rotasi, sebaliknya memperpendek radius meningkatkan perputaran, sebab tahanan melawan kekuatan berputar menurut perbandingan menjadi kurang efektif apabila radius diperpanjang
d.Penghematan daya gerak dalam gerakan-gerakan mengayun
• Untuk membangun atau menghemat daya gerak (momentum) dalam gerakan mengyun apa saja jari-jari perputarn seharusnya diperpendek pada ayunan keatas dana diperpanjang pada ayunan kebawah, sebab ini memaksimumkan pengaruh gaya tarik bumi (gravitasi) apabila bergerak demikian dan meminimumkan pengaruh gravitaasi apabila bergerak melawannya.
e.Gerakan-gerakan saat tidak didukung
• Apabila badan tidak didukung, gerakan-gerakan ruas-ruas badan dapat menyebabkan badan berputar kira-kira pada titik beratnya, akan tetapi jalan penerbanannya akan menjadi tidak dipengaruhi. Beberapa gerakan adalah berguna dalam mengontrol perputaran dan keseimbangan, dan mereka adalah khususnya berguna dalam mempersiapkan untuk mendarat. Saat badan tdaik didukung, jika sebuah ruas bergerak pada satu sisi dan sebuah sumbu perputaran, ia menyebabkan gerakan yang sama besarnya pada sisi yang berlawanan dari sumbu itu.

PRINSIP-PRINSIP YANG DIHUBUNGKAN PADA FORCE YANG BERLAWANAN
a.Perbedaan permukaan dan force yang berlawanan
• Apabila kekuatan dipakai pada permukaan yang stabil, force yang berlawanan dikembalikan pada badan dari mana force dating. Makin kurang stabil permukaan, force yang berlawanan akan berkurang.
b.Arah force yang berlawanan
• Arah force yang berlawanan secara langsung adalah dikembalikan dari force yang dipakai, dan force yang dipakai adalah paling efektif apabila ia tegak lurus pada permukaan yang disangga sebab kemudian kelicinan atau kepegasan dikurangi.
c.Force yang berlawanan dalam aktivitas memukul
• Banyaknya force suatu alat pemukul yang diberikan pada sebuah obyek bergantung pada momentum alat yang digabungkan obyek pada perkenaan mengurangi force dorongan (kecuali kalau alat atau obyek sangat elastis, dimana hal force dorongan boleh dinaikkan)
d.Force yang berlawanan yang disimpan untuk sementara
• Jika suatu permukaan atau alat digunakan dalam suatu penampilan mempunyai elastisitas (kemampuan menjawab dari pengrusakan), force yang digunakan yang menghasilkan tekuakan atu kopresi akan mewakili sejumlah energi yang disediakan, dan energi yang disediakan menaikkan force dorongan melebihi apa yang akan terjadi seandainya elastisitas tidak ada. Banyak energi tergantung pada banyaknya kompresi dari obyek, digabungkan dengan kemampuan untuk melompat kembali pada bentuknya yang asli.

e.Hubungan permukaan sementara menggunakan force pada obyek luar
• Dalam aktivitas melempar, mendorong, menarik dan memukul satu kaki atau dua-duanya harus dijaga dalam hubungan yang kokoh dengan permukaan yang mendukung sampai force yang melengkapi gerak menjadi lengkap. Sebaliknya force yang maksimum dikurangi. Akan tetapi, hal itu harus dikenal bahwa apabila penggunaan force pada obyek, momentum yang lebih besar boleh diperoleh dengan mengembangkan jumlah momentum badan yang maksimal (dengan pendekatan diri) dalam arah yang diinginkan. Agar memelihara momentum ini, hal itu boleh tidak dimungkinkan untuk tunduk dengan prinsip hubungan kokoh; akan tetapi, kemudian prinsip yang sama mempertahankan kebenaranpada beberapa tingkatan dan tidak dapat diabaikan. Pengaruh dari prinsip hubungan yang kokoh meningkat begitu obyek luar menjadi berat.

KEKUATAN (FORCE)
Prinsip-prinsip umum dari kekuatan
a.Kekuatan total
• Kekuatan total (kecepatan) adalah jumlah kekuatan (kekuatan) dari setiap ruas badan yang menyokong pada perbuatan,jika kekuatan diterapkan dalam suatu arah tunggal dan dalam rangkian yang tepat dengan waktu yang benar.
b.Penerapan kekuatan yang tetap
• Penerapan kekuatan harus tetap (konstan) dan semantap mungkin sehingga kekuatan maksimumdigunakan untuk mengatasi tahanan dari gravitasi dan udara atau air, dan kekuatan yang minimum digunakan untuk mengatasi kelembaman
c.Arah penerapan kekuatan
• Pada umumya, semua kekuatan harus diterapkan secara langsung sedapat mungkin dalam garis dengan gerak yang dimahsud. Kekuatan yang diterapkan dalam arah yang lain baik gerak memperlambt dalam arah yang diinginkan atau hasil dalam energi yang diboroskan.
d.Jarak penerapan kekuatan
• Jika kekuatan tetap diterapkan pada badan, badan mengembangkan kecepatan lebih besar begitu jarak dilewati dimana kekuatan yang diterapkan meningkat.
e.Kekuatan ganda
• Apabila dua atau lebih kekuatan bertindak terhadap badan, atau dua atau lebih kekuatan bertindak pada satu sama lainnya, gerakan yang dihasilkan ditentukan oleh arah dan besarnya kekuatan yang bertindak. Jika dua kekuatan bertindak dalam arah yang sama pada umumnya, arah dari kekuatan yang dihasilkan ada disuatu tempat diantara dua, dan besarnya kekuatan yang dihasilkan adalah lebih dari pada lainnya,tetapi tidak sebanyak seperti jumlahnya, dari dua kekuatan yang menyokong. Besarnya dan arahnya kekuatan yang dihasilkan dapat ditentukan secara tepat dengan membangun sebuah kekuatan parallelogram.
f.Menghasilkan sendiri dan kekuatan positif lainnya
g.Pemilihan otot yang besar
• Penampil harus memilih (dalam melakukan kemahiran yang tidk disadari) otot-otot yang paling efektif untuk tugas pada tangan. Dalam usaha yang maksimum otot yang lebih kuat dan otot yang lebih banyak yang dibwa ke dalam perbuatan, kekuatan yang lebih besar akan ada, otot yang cedera mungkin akan berkurang
h.Keseimbangan dan kehilangan kekuatan yang aktif
• Otot-otot tertentu harus’diset’ dalam penampilan ketangkasan tertentu, khususnya ketangkasan yang melibatkan ketahanan yang berat. Juga, dasar yan kokoh dari sokongan, yang menyokong pada stabilitas badan dan bagian-bagiannya, membatu mengurangi kehilangan kekuatan.
i.Pengaruh sudut dari penerapan kekuatan
• Dalam gerakan-gerakan sudut dari ruas-ruas badan, hasil maksimal pada kekuatan terjadi apabila anggota badan ada pada sudut tegak lurus pada arah dimana obyek digerakkan. Penerapan yang sama pada sudut daya tarik otot.
j.Tensi otot awal
• Kekuatan konraksi otot dpat ditingkatkan dengan menaikkan tensi awal dari otot (memukul otot pada rentangan). Lebih dekat otot melengkapi kontraksi, kekuatan yang berkurang dapat diterapkan. Hal ini tidak mungkin untuk melekat secara lengkap pada dua prinsip ini dan prinsip yang terdahulu (pengaruh dari penerapan kekuatan sudut).
k.Kekuatan memukul
• Apabila kecepatan sudut pada titik perputaran tinggal tetap, kecepatanpada yang mana lever, yang berarti bahwa apabil lever badan diperpanjang dengan membentangkannya, atau dengan menambah perlengkapan seperti pemukul, kcepatan ditingkatkan, dan jaraknya gerakan dan kekuatan memukul juga ditingkatkan.
L.Meneruskan (follow-through)
• Menekan pada follow-through yang benar membatasi kecenderunga untuk memperlambat gerakan lemparan atau pukulan sebelum penyelesaiannya. Sebagai tambahan untuk ini, ada tujuan lain untuk follow-through: 1) untuk memelihara keseimbangan, 2) untuk mencegah garis batas pelanggaran, 3) menempatkan badan dalam posisi siap untuk gerakan gerak, 4) melindungi persendian, otot-otot dan jaringan penghubung dengan memperlambat bagian-bagian badan secara sedikit demi sedikit. Dalam suatu hal, suatu ketika hubungan dipecahkan dengan obyek gerakan follow-through tidak mempunyai pengaruh pada penerbangan obyek
Kekuatan lingkungan
Menghadapi kekutan eksternal
• Diantara kekuatan-kekuatan dengan yang mana kita harus melawan selama penampilan adalah 1) tahanan air, 2) gesekan, 3) gravitasi, dan 4) tahanan udara. Kita berusaha untuk menggungakan kekuatan-kekuatan ini untuk keuntungan kita. Dalam beberapa hal kita akan menginginkan utuk meminimumkan dan dalam hal lain memaksimumkan pengaruhnya.
Hukum kuadrat teoritis
• Tahanan udara dan air kira-kira berbeda dengan kuadrat dari kecepatan. Ini berarti bahwa kecepaan pada yang mana badan berjalan ditingkatkan dua kali, tahanan udara atau air melawan badan akan dinaikkan empat kali, jika kecepatan dinaikkan empat kali, tahanan akan dinaikkan enam belas kali. Hokum ini mempunyai penerapan yang luas untk efisiensi, dan hokum ini merupakan salah satu alas an (ada beberapa) mengapa gerakan pada kecepatan yang cepat mengeluarkan lebih banyak energi.
.Kekuatan centrifugal
• Lebih besar kekuatan centrifugal menuntut lebih besar kekutan centripetal untuk menetralkannya. Dalam penampilan manusia, miring badan dan permukaan tepi atau kedua-duanya menetralkan kekuatan centrifugal
Penyerapan kekuatan
Penyerapan pukulan
• Kekuatan dari sebuah pukulan dapat dikurangi dengan mendistribusikan kekuatan diatas waktu yang lebih besar (dan jarak) atau daerah, atau kedua-duanya
Mendarat dengan keseimbangan
• Titik berat secara umum harus dijaga diatas lever yang mendukung agar tiap-tiap lever akan membuat kontribusinya yang terbesar. Tiap lever harus menahan beratnya begitu dia bergerak melalui flexion
Memindahkan momentum dari vertical ke horizontal
• Sesudah memperoleh beberapa penyerapan dengan lever, pemindahan momentum badan dari vertical ke horizontal dapat mengurangi kekuatan diatas waktu yang lebih lama dan permukaan yang lebih besar.
Menahan obyek
• Menangkap obyek disempurnakan dengan mengikuti banyak prinsip yang sudah dikemukakan. Tanpa memperhatikan yang sedang ditangkap, rangakaian menangkap mengikuti pola yang ditangkap, rangkaian menangkap mengikuti pola yang sama; 1) bagian badan, 2) kecepatan obyek dihamburkan oleh kontraksi otot eksentrik yang mengijinkan sendi-sendi bergerak melalu flexion yang dikontrol, 3) sementara kecpatan dikurangi, bagian-bagian badan (bias jari-jari, kadang-kadang lengan menggenggam obyek secara kokoh.
Proyeksi
Kekuatan yang mempengaruhi penerbangan (flight)
Kekuatan mendorong
• Kekuatan mendorong menghasilkan pengaruh-pengaruh tertentu bergantung pada titiknya dan arah penerapan. Jika penerapan itu secara langsung melalui titik beratnya, hanya gerakan linear dihasilkan dari kekuatan. Begitu kekuatan proyeksi digerakkan lebih jauh dari titik berat, gerakan rotasi dari obyek meningkatkan pada pengorbanan (expense) dari gerak linear. Jika kekuatan berada dibawah titik berat obyek, dihasilkan spin ke belakang. Spin kearah depan dihasilkan apabila kekuatan berada diatas titik berat. Apabila kekuatan menjauhi titik berat ke kiri, dihasilkan spin dari arah jarum jam. ( sebuah sumber referens dibutuhkan untuk membedakan spin ke kanan dan spin kekiri. Hal ini ditentukan oleh orientasi dari penampil yang menerapkan spin sementara memandang obyek ke atas)
Kekuatan gravitasi
• Segera setelah hubungan dipecahkan dengan sebuah obyek yang diproyeksikan, kekuatan gravitasi mulai mengurangi kecepatan obyek keatas. Akhirnya, gravitasi mengatasi pengaruh komponen keatas dari proyektil, dan obyek mulai menurun. Faktro-faktor yang menentukan bagaimana gravitasi segera akan menyebabkan obyek menurun adalah 1) beratnya (massa) dari obyek, 2) banyaknya kekuatan yang menjalankannya keatas, dan 3) pengaruh dari tahanan udara pada obyek.
Pengaruh tahanan udara
• Begitu kecepatan sebuah obyek meningkat, tahanan udara mempunyai pengaruh perlambatan yang lebih besar. Ini adalah sesuai dengan hokum teoritis kuadrat. Juga, lebih banyak daerah permukaan sebuah obyek terasa dalam arah gerakan, lebih besar pengaruh tahanan udara ka ada, tahanan mengubah dalam proporsi langsung pada daerah permukaan itu. Sebaliknya, sebuah bentuk yang diluruskan (streamlined) mengurangi tahanan udara karena ini menyebabkan perubahan yang kuran dalam arah udara yang dihadapi obyek. Lebih jauh, berat jenis (kepadatan) sebuah obyek yang ditingkatkan mengurangi pengaruh tahanan udara karena sebuah obyek yang padat memiliki lebih banyak momentum dalam perbandingan denganobyek yang kuran padat dari besarnya yang sama.
Sudut dan tingginya proyeksi
Jika kekuatan dorongan (propelling) adalah konstan, sudut dimana sebuah obyek diproyeksikan menentukan tinggi capaiannya. Pada gilirannya, jika kecepatan (speed) dimana sebuah obyek berjalan (travels) konstan, tingginya dimana ia mencapai menentukan jaraknya ia berjalan karena tingginya menentukan berapa jauh obyek tetap (remain) dalam penerbangan.
Sudut proyeksi
• Apabila titik memulai dan titik berakhir berada pada level yang sama, sudut proyeksi optimum dimana diperoleh jarak maksimum adalah 45 derajat dari permukaan. Karena kebanyakan proyektil berada diatas permukaan pada saat lepas (release), sudut penerbangan biasanya dikurangi sedikit dari 45 derajat untuk menkompensasi hal ini. Jika sudut kurang dari optimum, proyektil tidak akan berada diudara cukup lama untuk menempuh jarak maksimal, dan jika sudut lebih besar dari optimum, terlalu banyak kekuatan dorongan dihamburkan dalam penerbangan vertical dari pada penerbangan horizontal.
Waktu penerbangan (tingginya proyektil)
• Lamanya waktu sebuah obyek tetap dalam penerbangan tergantung pada tingginya yang diperoleh, karena sebuah obyek tetap dalam penerbangan hanya selama ia mengambil gerak melalui datar vertical. Komponen kekuatan horizontal yang digunakan pada sebuah obyek tidak dihubungkan pada waktu penerbangan.

Benturan (impact)
Obyek-obyek menerima benturan apabila mereka dipukul oleh bermacam-macam alat atau apabila mereka bersentuhan dengan permukaan-permukaan yang diam. Demikia pula dalam hal sebuah pentulan obyek dari hasil-hasil permukaan, yang melengkapi tahanan permukaan adalah lebih besar daripada momentum obyek tersebut.
Sebuah pantulan akan terjadi jika 1) obyek bergerak, dasn permukaan tidak bergerak, misalnya seperti mendribbel bola basket atau menembakkan (shoot) bola tangan, 2) obyek tidak bergerak tetapi paemukaan alat pemukul bergerak, seperti dalam ‘golf drive’, dan 3) obyek dan permukaan dua-duanya bergerak, seperti dalam memukul sebuah bola yang bergerak dengan sebuah alat seperti dalam tennis atau baseball. Sudut dan besarnya dengan obyek memantulkan adalah dipengaruhi oleh beberapa factor.
Sudut pantulan
• Sudut pada yang mana sebuah obyek akan memantulkan dari sebuah permukaan dapat diramalkan kecuali untuk perubahan-perubahan (modification) yang terjadi seperti sebuah hasil dari 1) bentuk-bentuk yang tidak teratur dari dua buah permukaan yang bertubrukan (colliding), 2) kekuatan yang dihasilkan dari elastisitas suatu obyek, dan 3) spin dari sebuah obyek biak selama maupun sesudahnya bersinggungan.
Kekuatan memukul yang cukup
• Besarnya kekuatan memukul harus menjadi cukup untuk mendatangkan ‘inertia’ dari obyek yang dipukul dan kekuatan memukul adalah ditentukan oleh momentum dari obyek yang bergerak atau obek yang dilibatkan dalam benturan
Elastisitas permukaan pukulan
• Obyek yang sangat elastis akan memantul kembali lebih cepat pada bentuk aslinya sesudahnya dikompres. Beberapa alat secar mudah dikompres tetapi tidak cukup elastis untuk menerima kembali bentuknya secara cepat. Alat-alat yang lain sukar untuk dikompres, tetapi sekali ditekan, kemampuannya untuk pengembalian ke bentuk aslinya (elstisitas) adalah besar. Masih ada alat-alat lainnya yang elastisnya maupun kompresinya tidak tinggil. Pantulan terbesar terjadi apabila obyek dikompres secara besar dan memiliki derajat elastisitas yang tinggi.
Pantulan dua obyek yang bergerak
• Apabila obyek dan permukaan perkenaan dua-duanya bergerak, momentumdengan yang mana obyek akan memantul sama dengan jumlah dua momenta, dikurangi momentum yang ditahan oleh permukaan perkenaan. Kehilangan momentum sedikit akan dihasilkan dari gesekan (friction) dan panas (heat). Arah pentulan akan menjadi sama seperti arahnya yang lebih besar dari dua momenta yang melengkapi mereka bergerak secara tepat dalam arah yang berlawanan dan kedua titik berat lewat melalui satu sama lainnya.
PUTARAN ( SPIN)
Pengaruh spin pada penerbangan sebuah obyek
• Sebuah obyek yang digerakkan tanpa spin cenderung goncang disebabkan tahanan udara terhadapa permukaan obyek tidak teratur. Banyaknya goncangan dibedakan dengn kepadatan obyek, obyek-obyek yang lebih padat kurang dipengaruhi tahanan. Sejumlah kecil spin pada sebuah obyek menghasilkan pengaruh yang stabil dan cenderung mempertahankannya pada garis penerbangan.
Spin yang dihasilkan dari pukulan
• Untuk menyebabkan sebuah obyek diputar kearah yang diinginkan, alat pemukul harus ditarik menyeberangi obyek kearah spin yang diinginkan. Spin kedepan (keatas) disebabkan oleh alat pemukul kedepan-keatas. Spin kebelakang dihasilkan apabila pukulan dibuat kedepan- kebawah. Spin ke kanan (arah jarum jam) dihasilkan dengan menarik alat menyeberangi bola dari kanan ke kiri, dan spin ke kiri dikembangkan dari perkenaan alat rari arah kiri ke kanan.
Spin yang dihasilkan dari persinggungan dengan permukaan
• Perubahan dapat diharapkan dalam sudut pantulan, dalam sudut penatulan, dalam jarak lambungan, dan dalam jarak gelundungan seperti bola berputar menyinggung permukaan horizontal.
1. Spin atas menyebabkan sudut pantulan yang lebih rendah, lambungan yang lebih jauh, dan lebih bayak menggelundung.
2. Spin ke belakang menyebabkan sudut pantulan lebih tinggi lambungan lebih dekat, dan gelundungan kurang.
3. Spin samping menyebabkan sudut lambungan mengubah kearah spin ( spin ke kiri, lambungan ke kiri). Lebih kecil sudut pertemuan sudut bola pada permukaan horizontal, lebih besar pengaruh spin ke samping. Jika pertemuan tegak lurus (90 derajat) spin ke samping tidak punya pengaruh.
Pengaruh spin pada bola yang pukul pada permukaan
• Permukaan tegak dimana obyek yang bergerak dipukul dapat diam ( basketball, backboard, billiard-table rail, atau handball front wall) atau mungkin alat yang bergerak ( paddle racket, bat atau hand).
1. Spin ke atas menyebabkan pantulan lebih tinggi.
2. Spin ke belakang menyebabkan pantulan lebih rendah.
3. Spin ke kanan (jarum jam) menyebabkan pantulan ke kiri
4. Spin ke kiri ( berlawanan jarum jam) menyebabkan pantulan ke kanan.
Mengurangi pengaruh spin dengan meningkatkan kekuatan memukul
• Lebih banyak kekuatan berhubungan dengan alat dan obyek, pengarih spin akan berkurang. Jalan pantulan dan obyek akan lebih didominasi oleh jalan pemukul begitu momentumnya meningkat. Spin menghasilkan pengaruh yang lebih besar begitu kekuatan benturan menjadi kurang.
KESEIMBANGAN
Prinsip-prisip keseimbangan
Pulih asal keseimbangan
• Jika titik berat badan bergerak keluar dan bidang datar, penyesuaian diri yang cepat harus dibuat agar memperoleh kembali keseimbangan. Bidang datar boleh digerakkan atau diperluas, atau bagian badan boleh disesuaikan agar mengembalikan titik berat badan pada sebuah poisi diatas bidang datar. Sesudahnya penyesuaian diri dibuat, merendahkan titik berat badan membuat penampil lebih stabil dan oleh karenanya kurang rentan (mudah kena) untuk kehilangan keseimbangan yang lain.
Penyesuaian penerimaan pancaindra
• Pengurangan sensasi (perasaan) yang tidak dikenal dihubungkan dengan penerimaan keseimbangan sering mengurangi kepusingan yang akan menuntun ke suatu kehilangan keseimbangan. Sebagai contoh, kedua mata sudah diorientasikan pada ruang tertentu yang berhubungan dalam dunia tegak lurus, penyimpangan-penyimpangan dari posisi tegak lurus sering mengakibatkan perasaan keseimbngansecara negative. Demikan juga, gerakan-gerakan memutar kepala terlalu cepat menghasilkan gerakan cairandidalam telinga sebelah dalam yang memberikan peningkatan pada perasaan pening. Hasil-hasil negative ini sebagaian dapat dikontrol.
Membawa perawakan
• Apabila berat badan bagian luar diterapka pada badan seperti dalam mengangkat dan membawa, berat badan harus digeserkan agar memelihara keseimbangan sekitar garis gaya tarik bumi (garis tegak yang lewat melalui titik berat badan pada permukaan)
PRINSIP-PRINSIP STABILITAS
Posisi titik berat badan
• Untuk stabilitas yang maksimum ke semua arah titik berat badan harus berada diatas tengah-tengah bidang tumpu, atau sedekat mungkin pada tengah-tengah bidang tumpu. Ini memerlukan dukungan kedua kaki dan lengan, sebaik-baiknya pada posisi tiga titik dan empat titik.
Merendahkan titik berat badan
• Stabilitas dapat ditingkatkan dengan merendahkan titik berat badan
Memperluas bidang dasar
• Stabilitas dipertinggi dengan meningktkan daerah bidang tumpu. Begitu dasar menjadi lebih luas, titik berat badan harus dipindahkan agar tidak mengganggu keseimbangan. (prinsip yang berhubungan, baik denganmerendahkan titik berat maupun dengan memperluas bidang tumpu, diberlakukan untuk pembatasan. Jika penampil menggunakan prinsip ini secara berlebihan, ia akan menghasilakan sudut pendukung yang tidak diinginkan dan kekuatan gerak otot yang lemah. Pada umumnya, sutu kenaikan dalam stabilitas akan mengurangi gerak, karena itu, jika gerak dipentingkan, stabilitas yang maksimal harus dikorbankan).
Luas badan dan proporsi
• Lebih besar beratnya suatu obyek lebih stabil terhadap kekuatan eksternal; kenyataannya, stabilitas berbanding lurus dengan beratnya. Karena itu dalam penampilan diman stabilitasnya penting, beratnya menjadi suatu pertimbangan. Konsentrasi beratnyaa juga mempengaruhi stabilitas. Proporsi yang lebih besar dari berat badan dikonsentrasikan dalam bagian yang lebih atas dari badan yang menaikkan titik berat, yang tidak menguntungkan dalam aktivitas yang memerlukan keseimbangan dan stabilitas dalam suatu posisi tegak, akan tetapi merupakan suatu keuntungan dalam ketangkasan dukungan lengan yang memerlukan keseimbangan
Geseran
• Lebih besar geseran diantara permukaan yang mendukung dan bagian-bagian badan yang berhubungan dengan permukaan itu, stabilitas lebih tinggi.
Stabilitas melawan kekuatan yang diketahui
Memindahkan titik berat kearah kekuatan
• Jika kekuatan yang diketahui dihubungai, dan penampil ingin memelihara keseimbangan, titik berat badan harus menjadi lebih dekat pada sisi bidang dasar pada sisi yang terdekat dari kekuatan yang mendekat. Penampil adalah lebih stabil dalam kondisi ini sebab titik berat badan akan diperluakan untuk memindahkan jarak maksimum sebelum ia bergerak keluar bidang dasarnya. Pengaruh kekuatan yang mendekat bolah jadi dikurangi lebih jauh dengan mengembangkan momentum dalam arah berlawanan dari kekuatan itu
Merusak stabilitas lawan
• Seseorang dapat dipindahkan keseimbangannya secara mudah jika didorong atau ditarik kearah sisi terdekat dari bidang tumpu atau arah bagian dasar yang paling sempit.
Tugas-tugas yang memerluakan ketidak stabilan
• Beberapa posisi kesiapan memerlukan ketidak stabilan dalam arah tertentu. Untuk jarak yang lebih pendek titik berat harus dipindahkan untuk membebaskan bidang tumpu lebih cepat, badan dapat diletakkan ke dalam gerak pada arah itu.
Sikap-sikap yang disetujui bersama
• Besarnya stabilitas yang diinginkan dalam keadaan siap untuk penampilan yang sudah ada ditentukan oleh tugas yang disempurnakan.
Keseimbangan dasn stabilitas selama dalam gerak
Penggunaan gravitasi
• Banyaknya aktivitas lokomotor dengan sengaja bergantung pada kehilangan keseimbangan utnuk memungkinkan gravitasi dikombinasikan dengan kekuatan otot untuk menggerakkan badan kearah yang diinginkan. Bidang tumpu kemudian digerakkan dibawah badan yang bergerak untuk mendukungnya dalam kurun waktu yang pendek. Gerakan ini diulangi secara berirama.
Menaikkan stabilitas selama dalam gerak
• Stabilitas dapat diperoleh selama dalam gerak dengan merendahkan titik berat badan dan memperluas tumpuan
Mengontrol daya gerak
• Untuk berhenti secara cepat atau mengubah arah apabila dalam gerak cepat, penampil harus memperluas bidang dasarnya, memperendah titik berat badannya, dan memperlambat agar mengontrol momentumnya. Prinsipnya sering dilalaikan dalam mengajar ketangkasan
KONSEP-KONSEP PENTING
1. Apabila sebuah obyek diproyeksikan, jalan penerbangannya ditentukan oleh kombinasi tiga kekuatan; kekuatan dorongan, kekuatan gravitasi, dan kekuatan tahanan udara.
2. Jika kecepatan maksimum dan jaraknya diinginkan, adalah penting untuk kekuatan dorongan secara langsung dijalankan memulai titik berat obyek yang diproyeksikan.
3. Jaraknya obyek akan menempuh dalam penerbangan tergantung pada kombinasi tingginya tegak ia menempuh dan kecepatan horizontalnya. Lebih tinggi ia perti lebih lama ia akan tinggal dalam penerbangan, padahal lebih cepat ia bergerak secara horizontal lebih jauh ia akan menempuh selama periode penerbangannya.
4. Sudut proyeksi mempengaruhi baik tingginya maupun kecepatan horizontal. Oleh karenanya, sudut optimum adalah merupakan pertimbangan yang fundamental dalam memperoleh jarak yang maksimum
5. Spin dari sebuah obyek dalam penerbangan dapat mempengaruhi jalan penerbangan dalam beberapa cara bergantung banyaknya dan arah spin.
Apabila obyek yang diproyeksikan menemui permukaan, ia akan merespon dengan cara yang berbeda bergantung pada banyaknya tekanan dan elastisitas obyek dan permukaan, dan banyaknya spin pada obyek.
1. Gerak terjadi hanya sebagai suatu hasil penerapan kekuatan yang cukup besar untuk mengatasi tahanan. Dalam penampilan manusia, kekuatan dating dari kontraksi otot (kecuali untuk beberapa contoh yang melibatkan gravitasi dan momentum).
2. Efisiensi dalam gerakan tergantung pada kecepatan penerapan kekuatan dan arah kekuatan. Tidak diperlukan kekuatan yang cepat, kekuatan yang arahnya salah, and kekuatan tambahan yang tidak menyokong secara efisien
3. Power, adalah sangat penting dalam penampilan olahraga, adalah gabungan dari jumlah dan kecepatan penerapan kekuatan (kekuatan kali kecepatan)
4. Kecepatan pada yang mana sebuah obyek dapat dipercepat secara langsung dihubungkan pada jumlah kekuatan yang diterapkan, padahal kecepatan akhir dari obyek dihbungan pada jumlah kekuatan dan jarak diatas mana ia diterapkan.
5. Banyaknya kekuatan yang dapat diterapkan oleh badan secara kuat tergantung pada teknk (mekani) yang dikerjakan, sebab ini mempengaruhi rasio mekanika dan juga menentukan otot mana yang jadi dilibatkan dalam gerakan.
6. Kekuatan otot menyebabkan bagian-bagian badan bergerak, bila bagian badan yang bergerak atau suatu peralatan dipertahankan kontak yang dibuatnya, ia menjadi suatu kekuatan memukul
Dalam mendarat pada permukaan, atau menerima beberapa kekuatan eksternal yang lain pada badan, penerapan teknik yang benar adalah penting dalam keberhasilan penampilan dan dalam pencegahan cedera. Teknik yang benar melibatkan penyerapan kekuatan diatas waktu yang cukup lama dan permukaan yang cukup luas
1. Adat tiga buah hokum dasar gerak yang diketahui sebagai hokum Newton, dan prinsip-prinsip dari gerak adalah berasal dari tiga buah hokum.
2. Ada dua buah bentuk dasar dari gerak, translatory dan rotary. Translatory berarti obyek diangkut dari satu titik ke titik yang lain, sementara rotary berarti obyek memutar mengeliingi sebuah sumbu sendiri. Gerak translatroy lebih jauh dapat dibagi dalam linear (garis lurus) dan curve linear (garis kurva)
3. Velocity (kecepatan) sering kali sangat penting. Dalam beberapa penampilan kecepatan masimum adalah sangat penting, sementara dalam hal yang lain kecepatan rata-rata lebih penting. Acceleration (percepatan), deceleration (perlambatan), dan cepat adalah factor-faktor yang mempengaruhi kecepatan.
4. Final velocity (kecepatan akhir) adalah sangaat penting dalam aktivitas proyeksi badan atau obyek, sebab ia adalah kecepatan (speed) gerakan pada penampilan klimaks (apabila hubngan dipecahkan). Apabila semua yang lain tetap, keceptan akhir yang ditingkatkan mengakibatkan kecepatan proyeksi ditingkatkan dan jarak ditingkatkan
5. Momentum (daya gerak) adalah gabungan dari kecepatan dan mass, adalah merupakan dasar yang penting dalam aktivitas dimana daya dorong (impetus) atau kekuatan memukul dibutuhkan. Dengan meningkatkan baik kecepatan atau mass, momentum ditingkatkan dalam jumlah yang sebanding
6. Momentum akhir adalah sangat penting dalam memberikan kekuatan pada badan atau obyek. Hal ini adalah banyaknya momentum pada momen persentuhan, dan ini menjadi kekuatan memukul
7. Penerapan yang benar dari prinsip-prinsip gerakan dasar untuk tehnik yang benar. Akan tetap dalam beberapa contoh sebuah prinsip akan dilanggar atau diterapkan secara peuh agar supaya memperitnti penerapan prinsip yang lain yang boleh jadi lebih penting pada penampilan
8. Keseimbangan adalah penting dalam semua penampilan gerakan. Ini merupakan keadaan dari keseimbangan dimana titik berat badan berada di atas bidang tumpuan.
9. Pada suatu saat keseimbangan dihilangkan, ia dapat diperoleh lagi baik dengan mengangkat titik berat badan diatas dasar bidang penumpu atau mengatur bidang tumpu sehingga ia dekat titik berat badan. Kedua-duanya sering digunakan secara serepak.
10. Pusat gaya tarik bumi pada badan (titik berat badan) adalah pusat beratnya yang pasti, atau titi yang mana kira-kira badan akan berputar secara bebas jika badan bebas untuk berputar atau titi dimana beratnya secara tepat adalahsama pada semua sisi yang berlawanan atau titik persimpagandari tiga buah dasar badan yang utama.
11. Rata-rata titik berat badan perempuan secara proposional lebih rendah dari pada laki-laki, dan secara proposional lebih tinggi pada anak-anak dari pada orang dewasa. Ini disebabkan karena perbedaan proporsi badan pada kedua jenis kelamin dan perbedaan pada anak-anak karena dibandingkan dengan orang dewasa.
12. Keseimbangan dapat dipikirkan sebagai statis atau dinamis dengan keseimbangan dinamis menjadi lebih penting dalam kebanyakan penampilan
13. Stabilitas adalah sifat kekokohan dari keseimbangan dan dilukiskan oleh sejumlah kekuatan yang diperlukan untuk menyebabkan ketidakseimbangan. Ia selalu dipengaruhi oleh tiga factor. Luasnya bidang penumpuan, tingginya titik berat badan , dan beratnya obyek. Dalam hal badan manusia dua factor lain mempengaruhistabilitas kekuatan otot, dangesekandiantara badan dan permukaan,
14. Perawakan dapat dipikirkan sebagai statis atau dinamis, dengan perawakan yang berkenaan dengan posisi duduk, berdiri, dan perawakan dinamis yang berkenaan dengan pembawaan badan (sikap diri)
15. Perawakan seharusnya dievaluasi dari sudut pandang yang mudah yang meliputi; kebenaran kejiwaan, kebenaran anatomi, dan kebenaran keindahan
16. Banyaknya penyimpangan perawakan dan karakteristik perawakan yang jelek dapat dikoreksi melalui a) konsentrasi yang teratur pada perbaikan dan b) partisipasi (berperanserta secara teratur dalam menggambarkan program latihan secara benar.