MAKALAH SISTEM ENDOKRIN
(HIPOPITUITARI)

Di susun Oleh:
1. Didit novianto
2. Dwi ;lestari ningsih
3. Eva nuralfia
4. Nurlaila puspitasari
5. Linda tri jayanti
6. Rindy puspitaningtyas
7. Thony setiawan
8. Yayak setia budi

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
“INSAN CENDEKIA MEDIKA “
JOMBANG
2010-2011

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaium Wr. Wb.
Alhamdulilllah kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk dapat melaksanakan dan menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan karena keterbatasan data dan pengetahuan penulis serta waktu yang ada saat ini, dengan rendah hatipenulis makalah ini mengharap kritik dan saran yang membangun dari kalangan pembimbing untuk kesempurnaan makalah yang kami kerjakan ini.
Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah membantu tersellesaikanya kegiatan fortofolio untuk mata kuliah Sistem Endokrin, terutama kepada dosen pembimbing. Terlepas dari semua kekurangan penulisan maklah ini, baik dalam susunan dan penulisanya yang salah, penulis memohon maaf dan berharap semoga penulisan makalas ini bermanfaat khususnya kepada kami selaku penulis dan umumnya kepada pembaca yang budiman.
Akhirnya, semoga Allah senantiasa meberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada siapa saja yang mencintai pendidikan. Amin Ya Robbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Jombang, Oktober 2010

Tim Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul …………………………………………………………………………1
Kata pengantar …………………………………………………………………………2
Daftar isi …………………………………………………………………………3
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………4
BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………5
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………..14

BAB I
PENDAHULUAN
Sistem endokrin dalam kaitanya dengan system syaraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua system ini bersama-sama bekarja untuk mempertahankan homeostatis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural) jika keduanya dihancurkan atau di ikat, maka fungsi dari kedua ginjal ini sebagian diambil alih oloeh system syaraf.
Terdapat 2 tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melapaskan sekresinya kedalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pancreas(kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sbaliknya kelenjar endokrin langsung melepaskan ekskresi langsung kedalam darah.llenjar dokrin termasuk :
• pulau lagerhans pada pancreas
• gonad (ovarium dan testis)
• kelenjar adrenal, hipofise,tiroid dan paratiroid serta timus
Infusiensi hipofise menyebabkan hipofungsi organ sekunder. Hipofungsi hipofise jarang terjadi, namun dapat saja terjadi dalam setiap kelompok usia. Kondisi ini dapat mengenai semua sel hipofise(panhipopituitarisme) atau hanya sel-sel tertentu, terbatas pada suatu subset sel-sel hipofise anterior(mis.: hipogonadisme sekunder terhadap defisiensi sel-sel gonadotropik) atau sel-sel hipofise posterior (mis,: diabetes insipidus)

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Hipopituitari adalah penurunan/tidak adanya sekresi hormon kelenjar hipofisis anterior. Hipopituitari sering di sebut juga hipofungsi kelenjar hipofisis.

B. Etiologi
Penyebab hipofungsi hipofise dapat bersifat primer dan sekunder.primer bila gangguanya terdapat pada kelenjar hipofise itu sendiri, dansekunder bila gangguanya terdapat pada hipotalamus.
Primer : pembedahan, radiasi, tumor (primer atau metastasis), infeksi, infiltrasi (sarkoidosis, hemokromatosis, autoimun, iskemia (termasuk sindrom Sheehan), aneurisma karotis, trombosis sinus kavemosus, trauma. Sekunder (disfungsi hipotalamus atau gangguan pada tangkai hipotalamus) : tumor (termasuk kraniofaringioma), infeksi, infiltrasi, radiasi, pembedahan, trauma.
Kerusakan/penyakit pada kelenjar hipofisis itu sendiri/pada hipotalamus Penyakit simmond merupakan keadaan tidak adanya seluruh ekskresi hipofisis. Sindrom shehan(nekrosis hipofisis pasca partus). Cenderung terjadi pada wanitayang mengalami kehilangan darah&hipotensi saat melahirkan.
Terapi radiasi pada bagian kepala dan leher, Nekrosis karena meningitis basalis, Trauma tengkorak, Hipertansi maligna, Aterosklerosis, Tumor dan Granuloma.

C. Manifestasi klinik
Timbul sesuai dengan gejala kekurangan hormone target organ yang terutama karena kurangnya fungsi kelenjar gonad, adrenal dan tiroid.
• Penurunan BB yang ekstrim.
• Kerontokan rambut.
• Impotensi
• Amenore
• Hipometabolisme.
• Hipoglikemia.
• Hemianopsia bitemporer karena kerusakan kiasma optikum dan mungkin gangguan saraf otak.
Gejala-gajala lokal lainya karena tekanan(Biasanya oleh tumor)menimbulkan sakit kepala.

D. Pemeriksaan diagnostic.
• Defisiensi kortisol,tiroksin, testosterondan atau estrogen serum.
• Kurang kompensasi terhadap peningkatan kadar ACTH, TSH, FSH dan LH serum.
• BMR menurun.
• Pengeluaran 17 ketosteroid dan 17 hidroksi kortisteroid dalam urine menurun
• Foto tengkorak untuk melihatsella tursica
• Analisa gas darah:asidosis metabolic
• Glukosa hipoglikemia.

E. Penatalksanaan.
• Penggantian hormone
 glukokortikoid
 tiroksin
 steroid gona
 hormon pertumbuhan pada anak-anak
 terapi pada wanita untuk memulihkan fertilitas

• Kausal
 Bila disebabkan oleh tumor,umumnya dilakukan radiasi bila gejala-gejala tekanan oleh tumor progresif dilakukan operasi
 Hindarkan minum obat yang dijual bebas tanpa konsultasi dokter
 Beri penjelasan tentang tujuan efek samping dan efek toksis dan pengobatan
 Beri pendidikan kesehatan tentang defisiensi hormone

F. Komplikasi
• Defisiensi Biasanya tak terlalu berat
• Koma atau kamatian jika tidak dilakukan terapi hormon pengganti.

G. Asuhan keperawatan pada klien dengan hipofungsi hipofise
1. Pengkajian
Pengkajian keperawatan pada klien dengan kelaina ini antara lain mencakup:
a) Riwayat penyakit masa lalu.adakah penyakit atau trauma pada kepala yang pernah diderita klien, serta riwayat radiasi pada kepala.
b) Sejak kapan keluhan dirasakan.dampak defisiensi GH mulai tampak pada masa balita sedang defisiensi gonadotropin nyata pada masa preremaja.
c) Apakah keluhan terjadi sejak lahir.tubuh kecil dan kerdil sejak lahir pada klien kretinisme.
d) Berat dan tinggi badan saat lahir.
e) Keluhan utama klien:
Pertumbukan lambat
Ukuran otot dan tulang kecil
Tanda-seks sekunder tidak berkembang:tidak ada rambut pubisdan axial, payudara tidak tumbuh, tidak mendapat haid, dll.
Infertilitas
Impotensia
Libido menurun
Nyeri senggama pada wanita
2. Pemeriksaan fisik
Amati bentuk dan ukuran tubuh,ukur berat badan dan tinggi badan,amati bentuk dan ukuran buah dada pertumbuhan reambut axial dan pubis pada klien pria amati pula pertumbuhan rambut disekitar wajah(jenggot dan kumis). Palpasi kulat,Biasanya pada wanita menjadi keing dan kasar.
Tergantung dari penyebab hipopituitarisme perlu juga dikaji data lain sebagai data penyertaseperti bila penyababnya adalah tumor maka perlu dilakukan pemeriksaan fungsi sereblum dan funsi nervus kranialis dan adanya keluhan nyeri kepala.
a) Kaji pula dampak perubahan fisik terhadap kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.
b) Data penunjang dari hasil pemeriksaan diagnostic seperti :
Foto cranium untuk melihat pelabaran dan atau erosi sella tursika
Pemariksaan serum darah: LH, FSH, GH, prolaktinkortisol aldosteron, androgen, test stimulasi yang mencakup uji toleransi insulin dan stimulasi tiroid realizing hormone.
3. Diagnose keperawatan
Diagnose keperawatan yang dapat dijumpai pada klien hipopituitari adalah:
a) Gangguan citra tubuh yabg berhubunagan dengan perubahan struktur dan fungsi tubuh akibat defisiensi hormone pertumbuhan.
b) Disfungsi seksual.
c) Koping individu tak efektif
d) Kurang pengetahuan tentang proses penyakit, pengobatan dan perawatan di rumah.
e) Harga diri rendah yang berhubungan dengan perubahan penampilan tubuh.
f) Gangguan persepsi sensori(penglihatan)yang berhubungan dengan gangguan tranmisi impuls sebagai akibat penekanan tumor pada nervus optikus
g) Ansietas yang berhubunagn dengan ancaman atau perubahan status kesehatan.
h) Deficit perawatan diri yang berhubungan dengan menurunya kekuatan otot.
i) Gangguan integritas kulit(kekeringan)berhubungan dengan menurunya kadar hormonal.
Rencana tindakan keperawatansecara umum tujuan yang diharapkan dari perawatan klien dengan hipofungsi hipofise adalah:
a) Klien memiliki kembali citra tubuh yang positif dan harga diri yang tinggi.
b) Klien dapat berpartisipasi aktif dalam program pengobatan.
c) Klien dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
d) Klien bebas dari rasa cemas.
e) Klien terhindar dari komplikasi.
f) Tindakan keperawatan
1. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat-obatan (hormonal)
Defisiensi gonadotropin
Pria post pubertas diberikan androgen( testosterone ).lebih efektif dengan pemberian intramuscular . jelaskan maksud pemberian obat dan cara penggunaan obat dan dosis Biasanya bertahap dengan diawali dosis minimal dan setia bulanya dinaikkan sampai ditemukan dosis yang tepat.observasi efek samping penggunaan testosterone seperti ginekomastia dan hipertropi prostat. Efek maksimal obat ini akan meningkatkan ukuran penis, meningjatkan libido, masa otot dan tulang bertambah dan kekuatan otot meningkat dan juga pertumbuhan rambut dada,axial dan pubis sehingga dapat mengembalikan citra diri dan harga diri.
Untuk mncapai tingkat kesuburan yang maksimal harus di tambah tau dikombinasi denganHCG.HCG diberikan tiga kali seminggu dalam waktu 4-6 bulan sampai kadar testosterone normal. Dosis awal HCG diberi 5000 unit, kemudian dilanjutkan dosis 3000 unit 3 kali perminggu untuk menjaga testosterone stabil. Setelah 4-6 bulan dengan terapi HCG , menotropin (kombinasi LH dan FSH)diberi intramuscular 3 kali seminggu.klien harus mendapat kombinasi HCG dan menotropin selama 5-6 bulan setelah 6 bulan terapi, bila jumlah sperma tetap sedikit maka pengobatan dihantikan. Bila jumlah sperma neningkat maka terapi diteruskan sampai konsepsi terjadi.
Wanita yang telah mencapai pubertas, mendapat terapi estrogen dan progesterone. Jel;askan hal-hal yang perlu diwaspdai klien seperti hipertensi dan tromboplebitis. Anjurkan agar melakukan follow up secara teratur.bila menginginkan kehamilan, klien diberi chlomophene citrate(clonid) untuk merangsang ovulasi.
Defisiensi hormone pertumbuhan(GH)
a) Pemberian hormone pertumbuhan sintesis(eksogen). Somatotropin(humotrop)harus diberikan sebelum epifise tulang menutup yaitu masa pubertas.
b) Ciptakan kondisi agar klian dapat dengan bebeas mengungkapkan perasaan dan pikiranya tentang perubahan tubuh yang dialaminya.
c) Bangkitkan motivasi agar klien mau melaksanakan program pngobatan yang sudah ditentukan.jangan member janji pada klien bahwa ia akan sembuh tetapi yang lebih penting tekankanlah bahwa pengobatan yanag teratur akan sangat menentukan keberhasilan pengobatan.
d) Anjurkan klien memeriksakan diri secara teratur ketempat pelayana kesehatan terdekat.
e) Anjurkan pada keluarga untuk dapat membantu klien memenuhi kebutuhan sehari-hari bila diperlukan serta dapat menciptakan lingkunagn yang kondusif dalam keluarga seperti menghindarkan persainagan yang tidak sehat antar anggota keluarga. Tindakan overprotektif terhadap klien akan sagat menghambat kemampuan klien dalam mengembangkan koping yang adaptif.
f) Bantu klienuntuk mengembangkan sisi positif yang dimiliki serta bantu untuk beradaptasi.
g) Ajarkan klien cara melakukan perawatan kulit secara teratur setiap hari melakukan lotion pelembab sangat dianjurkan, tidak menggaruk kulit karena kulit sangat mudah mengalami iritasi.
h) Berikan pendidikan kesehatan tentang penyakitnya, pengobatab dan kunci keberhasilan pengobatan.
i) Bagi pasangan yang menginginkan keturunan, bangkitkan motvasi mereka untuk dapat mengikutiprogram pengobatan secara teratur dan berkasinambungankarena untuk upaya ini memerlukan waktu yang lama sehingga butuh kesabaran. Bila dengan pengbatan tidak berhasil maka bantu pasangan untuk mencari jalan keluar seperti mengadopsi anak atau kah-hal lain yang mereka sepakati.
Intervensi dan rasional
1. Gangguan citra tubuh berhbungan dengan perubahan dalam kemampuan dan karakteristik fisik.
Tujuan dan KH:
a) Mengungkapkan perasaan tentang perubahan fisik pada orang lain.
b) Membicarakan kekuatan dan membuat tujuan yang realistis.
INTERVENSI
a) Memberikan dorongan untuk mengungkapkan perasaan yang berhubungan dengan perubahan fisik
b) Bantu pasien dalam mengembangkan mekanisme koping
c) Beri penekanan pada pasien kualitas yang memberikan efek positif pada citra tubuh
d) Bantu pasien dalam mengembangkan rencana
RASIONAL
a) Mengurangi beban perasaan
b) Untuk mengatasi masalah secara positif
c) Mengembalikan dan meningkatkan rasa percaya sendiri
d) Menyelaraskan perubahan permanen kedalam gaya hidup
2. Gangguan pola seksual berhubungan dengan defisiensi hormon
Tujuan dan KH:
a) mulai membicarakan perasaan tentang seksualitas dengan pasangan
b) mengungkapkan pengertian tentang efek terhadap pola seksual
INTERVENSI
a) beri dorongan pada pasien atau orangterdekat untuk menggali alternative dari pola biasa dan mempertimbangkan keterbatasan karena penyakit
b) gali dengan pasien atau orang terdekat pola seksual dan apa yang mempengaruhi pola tersebut
c) gali bersama pasien atau orang terdekat untuk menjadi orang tua bila memungkinkan
RASIONAL
a) untuk mendapatkan informasi mengenai perasaan seksualitas pasien
b) mengetahui penyebab gangguan pola seksual
c) mendapatkan informasi dari orang terdekat atau orang tua mengenai efek pola seksual pasien

3. kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi mengenai proses penyakit,pengobatan dan perawatan diri.
Tujuan dan KH:
a) pasien memperlihatkan mulai menerima perubahan dalam karakteristik fisik dan kemampuan fisik.
b) mengungkapkan pengertian tentang proses penyakit,dan perawatsan dirumah dan perawatan tindak lanjut.
INTERVENSI
a) beri konsep dasar proses penyakit
b) lakukan perawatan tindak lanjut yang bteratur
c) hindari minum obat yang dijual bebas tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu
d) beri penjelasan tentang tujuan efek samping dan toksik dan pengobatan
RASIONAL
a) meningkatkan pengetahuan pasien mengenai peyakitnya
b) mencegah keparahan penyakit yang dialami
c) mencegah penyalahgunaan obat
d) meningkatkan pengetahuan pasien mengenai pengobatan yang sedang dijalani

DAFTAR PUSTAKA
 Rumahorbo, Hotma. 1999, asuhan keperawatan klien dengan gangguan system endokrin, Jakarta:EGC.
http://www.hipofugsi hipofise.com