ASUHAN KEPERAWATAN
LEUKEMIA

Disusun Oleh:
1. Ach. Samsul Arif
2. Aprilia Wahyu
3. Nurlaila Puspitasari
4. Rindi Puspitaningtyas
5. Rohmatul Dwi Sasmita
6. Riza Dwi Liana
7. Thony Setyawan
8. Yendra Satria Pratama

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG
2010
WOC

A. MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi klinik yang sering dijumpai pada penyakit leukemia adalah sebagai berikut :
a.Pilek tidak sembuh-sembuh& sakit kepala
b.Pucat, lesu, mudah terstimulasi, Merasa lemah atau letih
c.Demam, keringat malam dan anorexia

RENCANA KEPERAWATAN
a. Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh

Tujuan : Anak tidak mengalami gejala-gejala infeksi
Intervensi :
a)Pantau suhu dengan teliti
Rasional : untuk mendeteksi kemungkinan infeksi
b)Tempatkan Px dalam ruangan khusus
Rasional : untuk meminimalkan terpaparnya Px dari sumber infeksi
c)Anjurkan semua pengunjung dan staff rumah sakit untuk menggunakan teknik mencuci tangan dengan baik
Rasional : untuk meminimalkan pajanan pada organisme infektif
d)Gunakan teknik aseptik yang cermat untuk semua prosedur invasive
Rasional : untuk mencegah kontaminasi silang/menurunkan resiko infeksi
e)Evaluasi keadaan anak terhadap tempat-tempat munculnya infeksi seperti tempat
penusukan jarum, ulserasi mukosa, dan masalah gigi
Rasional : untuk intervensi dini penanganan infeksi
f)Inspeksi membran mukosa mulut. Bersihkan mulut dengan baik
Rasional : rongga mulut adalah medium yang baik untuk pertumbuhan organism
g)Berikan periode istirahat tanpa gangguan
Rasional : menambah energi untuk penyembuhan dan regenerasi seluler
h)Berikan diet lengkap nutrisi sesuai usia
Rasional : untuk mendukung pertahanan alami tubuh
i)Berikan antibiotik sesuai ketentuan
Rasional : diberikan sebagai profilaktik atau mengobati infeksi khusus
b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat anemia
Tujuan : terjadi peningkatan toleransi aktifitas
Intervensi :
a)Evaluasi laporan kelemahan, perhatikan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dala aktifitas sehari-hari
Rasional : menentukan derajat dan efek ketidakmampuan
b)Berikan lingkungan tenang dan perlu istirahat tanpa gangguan
Rasional : menghemat energi untuk aktifitas dan regenerasi seluler atau penyambungan jaringan
c)Kaji kemampuan untuk berpartisipasi pada aktifitas yang diinginkan atau dibutuhkan
Rasional : mengidentifikasi kebutuhan individual dan membantu pemilihan intervensi
d)Berikan bantuan dalam aktifitas sehari-hari dan ambulasi
Rasional : memaksimalkan sediaan energi untuk tugas perawatan diri
c. Resiko terhadap cedera/perdarahan yang berhubungan dengan penurunan jumlah trombosit
Tujuan : klien tidak menunjukkan bukti-bukti perdarahan
Intervensi :

KONSEP KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
Pengkajian adalah dasar utama dari proses keperawatan, pengumpulan data yang akurat dan sistematis akan membantu penentuan status kesehatan dan pola pertahanan klien, mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan klien serta merumuskan diagnosa keperawatan. (Budi Anna Keliat, 1994)
Pengkajian pada leukemia meliputi :
o Riwayat penyakit
o Kaji adanya tanda-tanda anemia :
1).Pucat
2).Kelemahan
3).Sesak
4).Nafas cepat
o Kaji adanya tanda-tanda leucopenia
1).Demam
2).Infeksi
o Kaji adanya tanda-tanda trombositopenia :
1).Ptechiae
2).Purpura
3).Perdarahan membran mukosa
o Kaji adanya tanda-tanda invasi ekstra medulola :
1).Limfadenopati
2).Hepatomegali
3).Splenomegali

MAKALAH LEUKEMIA

Di susun Oleh:
Thony Setyawan
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
“INSAN CENDEKIA MEDIKA “
JOMBANG
2010-2011
Jl. K.H. Hasyim Asy’ari 171, Mojosongo – Jombang

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaium Wr. Wb.
Alhamdulilllah kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk dapat melaksanakan dan menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan karena keterbatasan data dan pengetahuan penulis serta waktu yang ada saat ini, dengan rendah hatipenulis makalah ini mengharap kritik dan saran yang membangun dari kalangan pembimbing untuk kesempurnaan makalah yang kami kerjakan ini.
Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah membantu tersellesaikanya kegiatan fortofolio untuk mata kuliah Sistem imun dan hemantologi , terutama kepada dosen pembimbing. Terlepas dari semua kekurangan penulisan maklah ini, baik dalam susunan dan penulisanya yang salah, penulis memohon maaf dan berharap semoga penulisan makalas ini bermanfaat khususnya kepada kami selaku penulis dan umumnya kepada pembaca yang budiman.
Akhirnya, semoga Allah senantiasa meberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada siapa saja yang mencintai pendidikan. Amin Ya Robbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Jombang, Oktober 2010

Tim Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul …………………………………………………………………………1
Kata pengantar …………………………………………………………………………2
Daftar isi …………………………………………………………………………3
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………4
BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………..

BAB I
PENDAHULUAN
Leukemia atau kanker darah bukan lagi penyakit yang mengerikan. Penyakit yang beberapa tahun lalu bisa dikatakan vonis mati itu, kini bisa diobati, sehingga penderita sembuh total. Semakin dini kanker ditemukan kemungkinan sembuh makin besar. Hal itu mengemuka dalam seminar”Kanker pada Anak” yang diselenggarakan Yayasan Kanker Indonesia, di Jakarta.
Menurut dr Djajadiman Gatot SpA(K) dari Sub Bagian Hematologi-Onkologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), leukemia merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi pada anak (30-40 persen). Disusul tumor otak (10-15 persen) dan kanker mata/retinoblastoma (10-12 persen). Sisanya, kanker jenis lain seperti kanker kelenjar getah bening, kanker saraf, dan kanker ginjal.
Gaya hidup dan paparan bahan karsinogenik bisa diabaikan sebagai penyebab kanker pada anak. Diduga kuat, kanker disebabkan kelainan genetik ditambah masuknya virus tertentu. Defisiensi atau kekurangan faktor imunitas serta paparan zat radioaktif dapat meningkatkan kejadian kanker.
“Setelah jatuhnya bom atom, terjadi peningkatan kasus leukemia pada anak di Jepang, karena ibunya terkena radiasi,” ujar Djajadiman.Orangtua perlu mewaspadai jika anak sering tampak lesu dan lelah disertai pucat, demam yang tak jelas penyebabnya, perdarahan abnormal—seperti mimisan, bercak-bercak biru di kulit, serta rewel karena merasa nyeri pada tulang dan perut teraba keras atau membengkak. Kadang-kadang ditemukan benjolan pada kulit, pembengkakaan gusi, kelumpuhan otot wajah atau tungkai tanpa sebab yang jelas.
Dokter Maria Abdulsalam SpA (K) yang juga dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM menambahkan, darah manusia terdiri dari cairan darah (plasma) dan sel darah yang beredar dalam pembuluh darah.
Secara garis besar sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Sel darah putih berfungsi memberantas infeksi, sedang keping darah diperlukan untuk menghentikan perdarahan jika terjadi luka.
Di sel darah putih
Leukemia bisa tejadi di salah satu sel darah itu. Yang terbanyak di sel darah putih. Sel darah putih yang mengalami keganasan akan memperbanyak diri secara tak terkendali. Namun, sel yang terbentuk tidak normal dan tidak berfungsi. Sel-sel itu mendesak pertumbuhan sel darah putih yang normal maupun sel darah merah dan keping darah.
“Menurunnya sel darah putih menyebabkan anak mudah terkena infeksi, rendahnya sel darah merah menyebabkan anak pucat dan lemah, berkurangnya keping darah membuat anak mudah mengalami perdarahan yang sulit berhenti. Selain di permukaan tubuh, perdarahan bisa terjadi di saluan cerna, otak, maupun organ tubuh lain, dan menyebabkan kematian. Sel ganas bisa menyebar ke hati, limpa, kelenjar getah bening, otak, tulang,” papar Maria.

BAB II
PEMBAHASAN
Definisi Leukemia
Leukemia, asal berasal dari bahasa yunani leukos-putih dan haima-darah
Leukemia adalah jenis kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening. Semua kanker bermula di sel, yang membuat darah dan jaringan lainnya. Biasanya, sel-sel akan tumbuh dan membelah diri untuk membentuk sel-sel baru yang dibutuhkan tubuh. Saat sel-sel semakin tua, sel-sel tersebut akan mati dan sel-sel baru akan menggantikannya.
Tapi, terkadang proses yang teratur ini berjalan menyimpang, Sel-sel baru ini terbentuk meski tubuh tidak membutuhkannya, dan sel-sel lama tidak mati seperti seharusnya. Kejanggalan ini disebut leukemia, di mana sumsum tulang menghasilkan sel-sel darah putih abnormal yang akhirnya mendesak sel-sel lain.

Gejala Leukemia
Seperti semua sel-sel darah, sel-sel leukemia mengalir ke seluruh tubuh. Tergantung pada jumlah sel-sel yang abnormal dan tempat sel-sel ini terkumpul, pasien leukemia mempunyai sejumlah gejala umum antara lain:
• Demam atau keringat malam
• Infeksi yang sering terjadi
• Merasa lemah atau letih
• Sakit kepala
• Mudah berdarah dan lebam (gusi berdarah, bercak keunguan di kulit, atau bintik-bintik merah kecil di bawah kulit)
• Nyeri di tulang atau persendian
• Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut (akibat pembesaran limpa)
• Pembengkakan, terutama di leher atau ketiak
• Kehilangan berat badan

Penyebab Leukemia
Meskipun pada sebagian besar penderita leukemia faktor-faktor penyebabnya tidak dapat diidentifikasikan , tetapi ada beberapa faktor yang terbukti dapat menybabkan leukemia, yaitu faktor genetik, sinar radioaktif, dan virus.
• radiasi seperti saat pemboman di Hiroshima dan Nagasaki
faktor radioaktif merupakan faktor ekstenal yang paling jelas dapat menyebabkan leukemia pada binatang maupun pada manusia.
• penggunaan zat-zat kimia tertentu, seperti benzena
• virus HTLV (T-cell Leukemia Viruses) I dan II
beberapa virus tertentu sudah dibuktikan menyebabkan leukemia pada binatang. Sampai sekarang belum dapat dibuktikan bahwa penyebab leukemia pada manusia adalah virus. Meskipun demikian, ada beberapa hasil penelitian yang mendukung teori virus sebagai panyabab leukemia.
• penyakit menurun seperti syndrom down
Insidensi leukemia akut pada anak-anak penderita sindrom down adalah 20 kali lebih besar dari pada normal. Insidensi leukemia akut juga meningkat pada penderita kelainan kongenital dengan aneuloidi, misalnya agranulositosis kongenital , sindrom Ellis van greveld , penyakit seliak, sindrom bloom, anemia fanconi, sindrom klenefelter, dan sindrom trisomi D.

Diagnosis
Jika ada gejala atau hasil skrining yang mengarah ke penyakit leukemia, dokter harus mengetahui apakah gejala tersebut berasal dari kanker atau dari kondisi kesehatan yang lain. Pasien akan diminta untuk menjalani tes darah dan prosedur diagnostik berikut ini:
• Pemeriksaan fisik – dokter akan memeriksa pembengkakan di kelenjar getah bening, limfa, limpa dan hati.
• Tes darah – laboratorium akan memeriksa jumlah sel-sel darah. Leukemia menyebabkan jumlah sel-sel darah putih meningkat sangat tinggi, dan jumlah trombosit dan hemoglobin dalam sel-sel darah merah menurun. Pemeriksaan laboratorium juga akan meneliti darah untuk mencari ada tidaknya tanda-tanda kelainan pada hati dan/atau ginjal.
• Biopsi sumsum tulang – dokter akan mengangkat sumsum tulang dari tulang pinggul atau tulang besar lainnya. Ahli patologi kemudian akan memeriksa sampel di bawah mikroskop, untuk mencari sel-sel kanker. Cara ini disebut biopsi, yang merupakan cara terbaik untuk mengetahui apakah ada sel-sel leukemia di dalam sumsum tulang.
• Sitogenetik – laboratorium akan memeriksa kromosom sel dari sampel darah tepi, sumsum tulang, atau kelenjar getah bening.
• Processus Spinosus – dengan menggunakan jarum yang panjang dan tipis, dokter perlahan-lahan akan mengambil cairancerebrospinal (cairan yang mengisi ruang di otak dan sumsum tulang belakang). Prosedur ini berlangsung sekitar 30 menit dan dilakukan dengan anestesi lokal. Pasien harus berbaring selama beberapa jam setelahnya, agar tidak pusing. Laboratorium akan memeriksa cairan apakah ada sel-sel leukemia atau tanda-tanda penyakit lainnya.
• Sinar X pada dada – sinar X ini dapat menguak tanda-tanda penyakit di dada.

Pengobatan apa yang ditawarkan?
Kemoterapi
Sebagian besar pasien leukemia menjalani kemoterapi. Jenis pengobatan kanker ini menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada jenis leukemia, pasien bisa mendapatkan satu jenis obat atau kombinasi dari dua obat atau lebih.
Pasien leukemia bisa mendapatkan kemoterapi dengan berbagai cara:
• Melalui mulut
• Dengan suntikan langsung ke pembuluh darah balik (atau intravena)
• Melalui kateter (tabung kecil yang fleksibel) yang ditempatkan di dalam pembuluh darah balik besar, seringkali di dada bagian atas – Perawat akan menyuntikkan obat ke dalam kateter, untuk menghindari suntikan yang berulang kali. Cara ini akan mengurangi rasa tidak nyaman dan/atau cedera pada pembuluh darah balik/kulit.
• Dengan suntikan langsung ke cairan cerebrospinal – jika ahli patologi menemukan sel-sel leukemia dalam cairan yang mengisi ruang di otak dan sumsum tulang belakang, dokter bisa memerintahkan kemoterapi intratekal. Dokter akan menyuntikkan obat langsung ke dalam cairan cerebrospinal. Metode ini digunakan karena obat yang diberikan melalui suntikan IV atau diminum seringkali tidak mencapai sel-sel di otak dan sumsum tulang belakang.
Terapi Biologi
Orang dengan jenis penyakit leukemia tertentu menjalani terapi biologi untuk meningkatkan daya tahan alami tubuh terhadap kanker. Terapi ini diberikan melalui suntikan di dalam pembuluh darah balik. Bagi pasien dengan leukemia limfositik kronis, jenis terapi biologi yang digunakan adalah antibodi monoklonal yang akan mengikatkan diri pada sel-sel leukemia. Terapi ini memungkinkan sistem kekebalan untuk membunuh sel-sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang. Bagi penderita dengan leukemia myeloid kronis, terapi biologi yang digunakan adalah bahan alami bernama interferon untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel leukemia.
Terapi Radiasi
Terapi Radiasi (juga disebut sebagai radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Bagi sebagian besar pasien, sebuah mesin yang besar akan mengarahkan radiasi pada limpa, otak, atau bagian lain dalam tubuh tempat menumpuknya sel-sel leukemia ini. Beberapa pasien mendapatkan radiasi yang diarahkan ke seluruh tubuh. (Iradiasi seluruh tubuh biasanya diberikan sebelum transplantasi sumsum tulang.)
Transplantasi Sel Induk (Stem Cell)
Beberapa pasien leukemia menjalani transplantasi sel induk (stem cell). Transplantasi sel induk memungkinkan pasien diobati dengan dosis obat yang tinggi, radiasi, atau keduanya. Dosis tinggi ini akan menghancurkan sel-sel leukemia sekaligus sel-sel darah normal dalam sumsum tulang. Kemudian, pasien akan mendapatkan sel-sel induk (stem cell) yang sehat melalui tabung fleksibel yang dipasang di pembuluh darah balik besar di daerah dada atau leher. Sel-sel darah yang baru akan tumbuh dari sel-sel induk (stem cell) hasil transplantasi ini.
Setelah transplantasi sel induk (stem cell), pasien biasanya harus menginap di rumah sakit selama beberapa minggu. Tim kesehatan akan melindungi pasien dari infeksi sampai sel-sel induk (stem cell) hasil transplantasi mulai menghasilkan sel-sel darah putih dalam jumlah yang memadai.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN LEUKEMIA
Pengkajian
Pengkajian yang dilakukan pada klien dengan leukemia adalah sebagai berikut :
1. Riwayat pemajanan pada faktor-faktor pencetus, seperti pemajana pada dosis besar radiasi, obat-obatan tertentu secara kronis dan riwayat infeksi virus kronis.
2. Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan manifestasi :
Pembesaran sumsun tulang dengan sel-sel leukemia yang selanjutnya menekan fungsi sumsun tulang, sehingga menyebabkan gejala dibawah ini.
Anemia :penurunan berat badan, kelelahan, pucat, malaise, kelemahan,dan anoreksia.
Trombositopenia : perdarahan gusi, mudah memar, petekie dan ekimosis.
Infiltrasi organ lain dengan sel-sel leukemia yang menyebabkan beberapa gejala seperti hepatomegali, splenomegali, limfedenopati, nyeri tulang dan sendi, serta hipertrofi gusi.
Pemeriksaan diagnostik.
Pemeriksaan diagnostik dilakukan pada klien dengan leukemia adalah sebagai berikut :
1. Darah lengkap : menunjukkan adanya penurunan hemoglobin, hematokrit, sel darah merah dan trombosit. Jumlah sel darah putih meningkat pada leukemia kronis tetapi juga dapat turun, normal atau tinggi pada leukemia akut.
2. Aspirasi sumsun tulang dan biopsi memberikan data diagnostik definitif.
3. Asam urat serum meningkat karena pelepasan oksipurin setelah keluar masuknya sel-sel leukemia cepat dan penggunaan obat sitotoksik.
4. Sinar X dada : untuk mengetahui luas penyakit.
5. Profil kimia, EKG, dan kultur spesimen : untuk menyingkirkan masalah atau penyakit lain yang timbul.
Diagnosis keperawatan
Berdasarakn data dasr pengkajian , diagnosis keperawatan yang muncul adalah sebagai berikut :
1. Nyeri yang berhubunag dengan infiltrasi leukosit jaringan sistemik.
2. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan perubahan poliferatif gastrointestinal dan efek toksik obat kemoterapi.
3. Kelemahan yang berhubungan dengan anemia.
4. Berduka yang berhubungan dengan kehilangan kemungkina terjadi karena perubahan peran dan fungsi diri.
5. Gangguan integritas kulit : alopesia yang berhununagn dengan efek toksik kemoterapi.
6. Gangguan gambaran diri yang berhubunagn dengan perubahan penampilan dalam fungsi dan peran.
Tujuan
1. Setelah dilakukan tindakan keperawatan nyeri akan berkurang.
2. Mengurangi mual muntah sebelum selama dan sesudah pemberian kemoterapi
3. Setelah dilakukan tindakan terjadi penurunan tingkat keletihan.
4. Klien mampu melewati proses berduka dengan sesuai
5. Gangguan integritas kulit tidak terjadi
6. Citratubuh dan harga diri klien dapat diperbaiki