ARTIKEL PENGOBATAN KOMPLEMENTER
PADA KLIEN NEUROBEHAVIOUR
(Hipnoterapi pada klien stroke)

Di Susun Oleh :
1. Dwi Lestari Ningsih
2. Yayak Setyabudi

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
“INSAN CENDEKIA MEDIKA”
JOMBANG
2010

STROKE VS HIPNOTERAPI
Kerusakan pada fungsi otak, dapat terjadi karena beberapa alasan.
Kerusakan parah pada otak dapat menyebabkan pembatasan permanen pada kemampuan sebelumnya
Jenis Kerusakan Otak
Kerusakan otak bisa fokal atau difus. Focal berarti terletak di daerah spesifik dari otak dan difus berarti penurunan fungsi lebih luas karena cedera.
a) Afasia – ini berasal dari kerusakan pada lobus frontal. Ini mempengaruhi kemampuan untuk berkomunikasi seperti kesulitan dalam berbicara dan tidak mampu menggabungkan lebih dari beberapa kata.
b) Amnesia – ini apabila memori sudah terpengaruh. memori jangka pendek mungkin sulit tapi memori jangka panjang mungkin masih dapat diakses. ini adalah melalui kerusakan pada lobus frontal.
c) Agnosia – Ini adalah ketidak mampuan mengenali orang atau benda atau tempat yang sebelumnya akrab bagi penderita.
Gejala lainnya Kerusakan Otak
 Emosional – mungkin ada perasaan gelisah atau kemampuan untuk cepat marah, frustrasi dan perubahan pribadi lainnya mungkin dialami.
 Fisik – kehilangan kekuatan, fleksibilitas, kesulitan koordinasi gerakan.
 Seksualitas – libido, disfungsi ereksi
 Sensory – penurunan visual seperti kabur atau penglihatan ganda.
 Kognitif – memori dan kemampuan untuk menganalisa mungkin akan terpengaruh
Hipnosis mendorong penderita untuk menggunakan pikiran dan imajinasi penderita untuk mengirim sinyal-sinyal listrik dari otak ke tangan dan kaki atau bagian lain dari tubuh.
Sebagian besar tindakan yang kita ambil, terjadi dalam urutan ini: –
1) Berpikir tentang apa yang ingin penderita lakukan
2) Membayangkan melakukannya
3) Kemudian penderita melakukannya.
Hipnosis dapat membantu pemulihan pasien stroke dengan membantu penderita untuk rileks, bersantai dan kemudian menggunakan imajinasi mereka untuk membantu membuat komunikasi antara otak dan bagian tubuh yang diinginkan.
Dalam keadaan hypnosis, penderita dipandu melakukan “open screen imagery” untuk memanggil kembali memori2 kemampuan sebelumnya, termasuk misalnya dapat berenang sewaktu masih anak2 dsb. Diberi sugesti Percaya Diri, dan kita membantu menghilangkan/mengurangi kecemasan/keputusasaan.
hipnosis telah digunakan pada penderita stroke untuk membantu dengan apa yang dianggap sebuah “pembelajaran”

KOMENTAR KELOMPOK

Menurut kelompok kami, Hipnosis dapat membantu pemulihan pasien stroke dengan membantu penderita untuk rileks, bersantai dan kemudian menggunakan imajinasi mereka untuk membantu membuat komunikasi antara otak dan bagian tubuh yang diinginkan.
Dalam keadaan hypnosis, penderita dipandu melakukan “open screen imagery” untuk memanggil kembali memori-memori kemampuan sebelumnya, termasuk misalnya dapat berenang sewaktu masih anak-anak dan lain sebagainya. Diberi sugesti Percaya Diri, dan kita membantu menghilangkan/mengurangi kecemasan/keputusasaan.
hipnosis telah digunakan pada penderita stroke untuk membantu dengan apa yang dianggap sebuah pembelajaran. Sebagian besar tindakan yang kita ambil, terjadi dalam urutan ini:
1) Berpikir tentang apa yang ingin penderita Lakukan
2) Membayangkan melakukannya
3) Kemudian penderita melakukannya
Hal tersebut dapat dilakukan dalam menangani clien yang menderita stroke.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.klinikhipnotis.com/frm48/hipnoterapi/trd2100/tips_stroke_vs_hipnoterapi_hypnotherapy/main.html