http://sweetspearls.com/health/terapi-ozon-terapi-alternatif-untuk-gangguan-pembuluh-darah
Terapi ozon bermanfaat untuk membantu menangkal radikal bebas dan mempercepat proses pengobatan stroke, hipertensi, dan penyakit degeneratif lainnya.Seperti sampah yang meracuni lingkungan, udara yang kotor dan gaya hidup tidak sehat juga merusak kesehatan kita. Berbagai zat beracun seperti sampah metabolisme dan zat radikal bebas lainnya yang masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dan kulit, dapat mengurangi kadar oksigen di dalam darah menjadi sangat rendah.Menurut Dr Mulyadi Tedjapranata, MD, dari Medizone, Clinic Specialist in Ozone Therapy di Jakarta, masalah ini sering menjadi pemicu utama munculnya sindrom metabolik dan penyakit degeneratif seperti, obesitas, diabetes melitus, stroke, hipertensi, jantung koroner, hingga penyakit kanker.Pendapatnya ini, antara lain, didasarkan pada hasil penelitian Dr Otto Warburg dari Kaiser Institute, Berlin, Jerman. Peraih Hadiah Nobel 1931 di bidang kesehatan ini, pada tahun 1926 telah berhasil membuktikan bahwa sel tubuh penderita penyakit degeneratif dan kanker sangat rendah kadar oksigennya. Pada tahun 1953, hasil penelitian Dr Stephen A. Levine, PhD, ahli biologi molekuler, dipublikasikan oleh The Journal of Experimental Medicine (1953). Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa pada setiap penderita penyakit berat didapati status oksigen yang rendah.
“Hipoksia atau kekurangan oksigen di dalam jaringan tubuh inilah yang menjadi salah satu pemicu utama berbagai penyakit degeneratif dan proses penuaan dini,“ tulis Dr Stephen dalam laporan ilmiahnya. Karenanya, untuk mengatasi masalah ini, aliran oksigen di semua jaringan tubuh harus dinormalkan kembali, agar tubuh bisa menghasilkan energi secara maksimal untuk membuang racun dan sampah metabolisme yang mengendap di dalam tubuh. Salah satu metode pembersihan tubuh yang bisa dicoba adalah terapi ozon – terapi pengayaan oksigen atau ozononisasi dalam darah untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang mengalami kekurangan oksigen.
Populer di Eropa
Ozon yang digunakan adalah medical ozone atau ozon medis, berupa campuran 0.05-5% ozon (O3) dan 99,95-95% oksigen (O2) yang terbentuk setelah melewati medan listrik (ozone generator) berkekuatan sekitar 14.000 Volt. Ozon (O3) ini setelah masuk ke tubuh melalui darah akan terpecah menjadi O2 dan satu atom tunggal (O). Oksigen bermanfaat bagi kelangsungan hidup sel, sedangkan satu atom tunggal (O) merupakan oxydizer berenergi tinggi yang dapat membakar sampah, toksin, polusi dan mikroorganisme dalam tubuh.
Dr Mulyadi menjelaskan, semua sel di dalam tubuh memerlukan oksigen untuk kelangsungan hidup dan menjalankan fungsinya. “Sebaliknya, berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, parasit yang menyebabkan penyakit adalah organisme primitif yang anaerobe – bisa hidup tanpa oksigen.
Karenanya, jika mikroorganisme itu dibanjiri ozon secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu, mikroorganisme tersebut akan musnah karena mereka tidak dapat hidup dalam oksigen. ”Termasuk sel-sel kanker. Seiring terjadinya proses regenerasi atau pertumbuhan sel-sel baru setelah mendapat rangsangan melalui terapi ozon, sel-sel kanker tersebut digantikan oleh sel sehat, “ demikian Dr Mulyadi menjelakan.
Dan kini, terapi ozon telah dipakai sebagai terapi komplementer dan terapi pendukung (supportive) pada pengobatan konvensional, tidak saja di negara-negera Eropa, tetapi juga telah menyebar sampai ke Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan ke Asia – mulai dari Jepang, Singapura, Malaysia, hingga ke Indonesia.
Metode terapi
Lalu bagaimana metode terapinya? Sebetulnya ada beberapa metode terapi ozon, tetapi yang paling popular adalah Polyatomic Apheresis (PA atau Re-Circulatory Autohemo Perfusion) dan Major Autohemotherapy (AHT). Kedua metode ini juga sudah ada di Indonesia, antara lain di Stanford Medical Center-Russian Technology of Ozone Therapy, dan di Medizone – Clinic Specialist in Ozone Apheresis.
Pada Polyatomic Apheresis atau PA, darah diambil dari pembuluh darah balik di lengan, dialirkan ke dalam tabung dialyser yang khusus diberi medical ozon sesuai kebutuhan. Darah hasil terapi yang sudah dibio-oksidasi warnanya lebih cerah karena mengandung oksigen lebih banyak dari sebelumnya serta kandungan radikal bebas dan sampah metabolismenya telah dinetralkan.” Selanjutnya, darah hasil terapi ini dikembalikan lagi ke dalam pembuluh darah balik, lewat lengan tangan lainnya dengan kecepatan aliran 90 cc per menit, sehingga dalam waktu satu jam darah yang berhasil diterapi sekitar 5.400 cc,” kata Dr Mulyadi.
Sedangkan pada metode Autohemo Therapy (AHT), darah dikeluarkan dari pembuluh balik sekitar 150 cc, lalu ditampung dalam botol vakum dan segera diberi ozon dengan konsentrasi 27-40 mcg per ml. Setelah warnanya merah cerah, darah segera dimasukkan kembali ke dalam pembuluh darah balik. Pada metode AHT, prosesnya hanya berlangsung sekitar 15 menit.
Dr Mulyadi menjelaskan, proses terapi ozon aman karena semua alat medis telah disterilkan dan sekali pakai, sehingga tidak ada risiko kontak dengan darah orang lain. Selain itu, semua alat dan mesin yang digunakan adalah buatan Jerman dan telah dipatenkan di Amerika Serikat. Karenanya wajar jika terapi ozon ini tergolong relatif mahal. (Sumber Nirmala)

http://himagizi.lk.ipb.ac.id/category/artikel/Taburan Bumbu Kesehatan
June 24th, 2010 | Author: himagizi
Pernahkah kita menyangka, kehadiran sedikit saus pada burger bisa menjadi manfaat kesehatan yang tersembunyi?
Penelitian terbaru menunjukkan beberapa bumbu dapur dan tumbuhan herbal tidak hanya mampu meningkatkan rasa, tapi juga akan membantu mengontrol nafsu makan, melancarkan pencernaan, meningkatkan kemampuan daya ingat, dan bahkan melawan penyakit jantung hingga kanker. Inilah bumbu sehat yang dimaksud :
Saus tomat.
Manfaat : menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Dosis harian : 3-4 sendok makan.
Kandungan likopen dalam saus tomat merupakan senyawa antioksidan penting yang dapat memperlambat proses terjadinya aterosklerosis (kondisi dimana dinding arteri mengalami penebalan dan tidak lentur), jelas Betty Ishida, PhD, ahli biologi dari penelitian USDA. Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan, saus tomat versi organik mengandung likopen 60% lebih banyak setiap gramnya, jika dibandingkan dengan saus tomat pada umumnya. Hal lain yang juga ditemukan peneliti adalah adanya kandungan vitamin A, C, dan E yang tinggi pada saus tomat organik.
Tip penyajian : Dapatkan likopen terbaik dari saus tomat yang memiliki warna gelap. Nikmati sehatnya saus tomat bersama buger dan kentang panggang. Atau kita bisa campurkan dengan mayones tanpa lemak dan sajikan sebagai dressing, saran Tanya Zuckerbrot, RD, ahli diet dari New York City.
Madu Buckwheat
Manfaat : melawan penuaan.
Dosis harian : 2-4 sendok makan.
Setelah meneliti 19 jenis madu, para peneliti dari University of Illinois Urbana-Champaign menyimpulkan madu berwarna gelap -seperti buckwheat atau blueberry – mengandung antioksidan paling banyak. Dan fungsi dari antioksidan adalah melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, serta menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, penurunan kognitif, dan degenerasi makula.
Tip penyajian : Karena sudah memiliki cita rasa yang kuat, jadi kita hanya perlu menambahkan sedikit madu pada oatmeal, yogurt tanpa rasa, dan teh. Ini lebih baik dibanding kita menggunakan gula, saran Daniel Stern, koki eksekutif dari restoran MidAtlantic dan R2L di Philadelphia. Atau kita bisa menghadirkan madu sebagai dressing manis dalam salad kita.
Kayu Manis.
Manfaat : menstabilkan kadar gula darah.
Dosis harian : 1 sendok teh.
Serangkaian studi yang dicatat dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukkan, orang yang memasukkan kayu manis (½ – 1 sendok teh) pada hidangan manis mereka akan mengalami peningkatan gula darah yang lebih lambat dibanding dengan orang yang tidak mengonsumsi sama sekali. Rempah ini mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan membuat kita menggunakan glukosa dalam darah lebih banyak sehingga mampu menjaga kestabilan gula darah, kata Joanna Hlebowicz, PhD, ketua penelitian di Lund University di Swedia. Menambahkan kayu manis pada makanan berkarbohidrat tinggi atau yang mengandung zat tepung, juga bisa membantu kita menstabilkan gula darah setiap kali kita usai memakannya. Dan bagi penderita diabetes, ini artinya kita mengurangi kebutuhan kita akan insulin.
Tip penyajian : Taburkan kayu manis pada kue, sereal, atau latte.
Lada Hitam.
Manfaat : pelindung melawan kanker.
Dosis harian : sebagai perasa.
Temuan terbaru dari University of Michigan menyatakan, kandungan piperine dalam lada hitam bisa menghentikan proses pembaharuan dari sel batang kanker. “Dengan mengurangi jumlah sel batang kanker, berarti kita juga membatasi jumlah sel yang berpotensi menjadi tumor,” jelas Madhuri Kakarala, MD, PhD, ketua penelitian dari University of Michigan Medical School.
Tip penyajian : Bisa ditaburkan di atas makanan kegemaran. Atau kita juga bisa mencampurkan ke dalam yogurt tanpa rasa dan menjadi topping buah segar, tambah Stern.(Astrid Anastasia)

Terapisengat lebah http://www.kiwod.com/cerita-online/terapi-sengat-lebah-mengobati-rematik-hingga-stroke/
Disebutkan dalam Al quran surat An Nahl ayat 68-69, di dalam madu lebah terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Ayat tersebut menjabarkan pada manusia, lebah memiliki khasiat yang dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit dan untuk Terapi Stroke.
Produk turunan yang dihasilkan lebah ada 13, di antaranya madu, propolis, royal jelly, pollen, bee venom, lilin lebah, madu sarang, roti lebah, larva lebah, dan phedra.
Pengobatan dengan menggunakan lebah biasa disebut Aphitherapy (apiterapi), yang berasal dari perpaduan bahasa Latin, aphis berarti lebah dan therapy, pengobatan.
Apiterapi didefinisikan sebagai upaya pengobatan komplementer untuk tujuan prefentif, kuratif, dan rehabilitasi menggunakan lebah dan produk turunannya.
Selain itu, Dr. Philip Tere dari Perancis pernah meneliti hubungan antara sengat lebah dan rematik. Sebelumnya, tahun 1864, Prof. Libowsky melaporkan kesembuhan pasiennya yang menderita rematik dan neuralgia setelah diterapi dengan sengatan lebah.
Pengobatan menggunakan sengat (bisa) lebah dikenal sebagai apipuntur. Apipuntur, kata Oman adalah bagian dari apiterapi. Apipuntur memanfaatkan bee venom dan metode akupuntur. Lebah untuk terapi ini jenis Apis mellifera dan Apis cerana. Apipuntur sendiri merupakan bagian dari apiterapi.
Sengat atau racun lebah sangat baik untuk menormalkan segala aktivitas pembuluh darah dan saraf.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengat lebah mengandung melitin, apamin, peptida 401 (MDC), inhibitor protease, dan norepinephrine,” kata terapis yang mendalami pengobatan sengat lebah sejak tahun 2000 itu.
Apiterapi secara umum dimanfaatkan untuk meredakan gangguan rematik, masuk angin, flu, salah urat, hingga penyakit berat, seperti darah tinggi, diabetes, dan kanker. Cara itu pun diklaim efektif untuk mengobati penyakit degeneratif, seperti stroke atau untuk Terapi Stroke.
Seseorang yang mempunyai keluhan tidak semerta langsung diterapi. Oman memilki cara untuk mendeteksi penyakit yang diderita pasien. “Kalau ditekan ditempat yang menjadi sumber penyakit terasa sakit, di tempat itu dilalukan sengatan, jadi tidak sembarangan,” jelasnya.
Jumlah sengatan tergantung pada jenis penyakit. Namun, satu sengatan di titik-titik tertentu dianggap cukup sebagai perkenalan.
“Buat yang baru terapi biasanya diberi satu atau dua sengatan, kalau yang sudah biasa biasa sampi tujuh tapi tidak boleh lebih dari 10, kalau terlalu banyak bisa meriang meski daya tahan tubuh pasien kuat,” jelasnya.
Sengatan lebah yang sedang bereaksi di tubuh ditandai dengan ketidaknormalan sejenak yang sifatnya individual. Reaksi pasien berbeda-beda, apakah sebelumnya pernah disengat lebah atau tidak.
Biasanya pasien akan mengalami reaksi lokal dan sistemik. Ciri reaksi lokal adalah pembengkakan di sekitar lokasi sengatan, gejala klinisnya gatal, nyeri, dan kaku. Reaksi sistemik berupa demam, lemas, telinga berdengung, dan pusing.
Untuk menetralkan kondisi tersebut, dia menganjurkan konsumsi madu dan mengoleskan minyak gosok di bagian yang bengkak dan gatal. Karena itu, terapi sengat lebah akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan pemberian madu, propolis, pollen, atau royal jelly.
“Pasien yang pertama kali disengat dan daya tahan tubuhnya jelek biasanya suka meriang. Saya menganjurkan pasien untuk minum madu dan jangan mandi,” imbuh Oman.

http://www.kiwod.com/cerita-online/terapi-air-hangat-sembuhkan-stroke/
AIR hangat adalah satu media Terapi Stroke yang bisa menyembuhkan penyakit stroke. Efek hidrostatik, hidrodinamik dan hangatnya membuat tubuh bisa bergerak lancar, memperlancar peredaran darah dan memberikan ketenangan. Itulah hidropterapi. Bagaimanakah proses terapi stroke ini?
Menurut dr Peni Kusumastuti SpRM, spesialis rehabilitasi medik dari Klinik Dharma Daya Lestari Jakarta, menyembuhkan stroke memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kesadaran dan kedisiplinan. Salah satu terapi stroke yang dapat memulihkan otot dan sendi yang kaku adalah hidroterapi.
Hidroterapi, kata dr Peni merrupakan salah satu bentuk terapi stroke latihan dengan menggunakan modalitas air hangat. Terapi stoke yang ditawarkan adalah therapeutical pool (terapi latihan di kolam).
Air, lanjutnya, adalah media terapi stroke yang tepat untuk pemulihan cedera. Pengaruh gaya apung air membuat beban terhadap sendi tubuh seorang pasien berkurang.
“Air yang digunakan memiliki suhu 31 derajat celsius. Kisaran suhu ini cukup aman dan memberikan efek relaksasi bagi pasien, melancarkan sirkulasi darah, menurunkan rasa nyeri dan meningkatkan kemampuan alat gerak,” katanya.
Dasar utama penggunaan air hangat untuk pengobatan adalah efek hidrostatik dan hidrodinamik. Secara ilmiah, jelas dr Peni, air hangat mempunyai dampak fisiologis bagi tubuh. Pertama, berdampak pada pembuluhdarah. Hangatnya air membuat sirkulasi darah menjadi lancar. Kedua, faktor pembebanan di dalam air akan menguatkan otot-otot dan ligament yang mempengaruhi sendi-sendi tubuh. Tak heran, pasien dengan menggunakan encok dan rematik sangat baik bila diterapi dengan air hangat.
Ketiga latihan di dalam air berdampak positif terhadap otot jantung dan paru-paru. Latihan di dalam air membuat sirkulasi pernapasan menjadi lebih baik.
“Efek hidrostatik dan hidrodinamik pada terapi stroke ini juga membantu menopang berat badan saat latihan jalan,” ujar Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI)ini.
Selain hal-hal positif di atas, air bersuhu 31 derajat Celsius mempengaruhi oksigenisasi jaringan sehingga dapat mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri, menenangkan jiwa dan merilekskan tubuh.
” terapi stroke dengan air hangat banyak memiliki keunggulan, yakni menurunkan rasa nyeri, memperbaiki bentuk tubuh dan meningkatkan kemampuan alat gerak,” pungkasnya.
/lifestyle.okezone.com

Sekitar 50 persen pasien pasca stroke mengalami depresi sehingga menghambat proses pemulihan. Dengan bermain angklung, depresi bisa dikurangi dan proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat.
Rasa sesal memang selalu datang belakangan. Itulah yang pernah dirasakan oleh Berry Tanukusuma (69, tahun), salah seorang pasien stroke yang tengah menjalani terapi di Sekolah Stroke, Klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi Karmel, Trio Sada, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. ”Kalau bisa kembali ke masa lalu, niscara saya akan menjalani hidup lebih sehat, ” katanya.
Dulu, saat usianya masih relatif muda (46, tahun), ” Saya memang tidak peduli dengan gaya hidup sehat, ” tuturnya. Tanpa disadari, gaya hidup inilah yang menyebabkan kehidupannya berubah total. Tiba-tiba stroke menyerang dan membuatnya koma selama tiga hari. Dokter menemukan adanya penyumbatan pembuluh darah di otak sebelah kanan yang disebabkan oleh hiperkolesterol (450 mg/dl) yang dideritanya sejak beberapa bulan belakangan.
Berry pun mejalani perawatan intensif di rumah sakit selama enam bulan, masing-masing 3,5 bulan di Jakata dan 2,5 bulan di Singapura. ”Setiap hari saya hanya bisa menangis dan menyesal karena setelah sembuh pun saya tidak bisa apa-apa. Makan dan ke kamar mandi tidak bisa sendiri, ” katanya.
Sampai, akhirnya, ia menemukan tempat terapi yang unik. Hingga sikap murungnya pun berubah menjadi lebih menerima dan optimistik dalam memandang hidup, setelah menjalani rangkaian terapi bermain musik dan angklung di Sekolah Stroke, Klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi Karmel, Trio Sada, yang didirikan oleh Dr Hermawan Suryadi, SpS.
Mengapa terapi musik
Menurut Hermawan, terapi musik dalam dunia kedokteran ini sudah mulai diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 1960-an. Saat itu, para dokter di Jepang mulai memperkenalkan karaoke sebagai terapi pendukung pada pasien gangguan jantung, stroke, sakit kepala, dan depresi. Dari serangkaian pemeriksaan setelah treatment dengan musik diberikan, ternyata terapi ini terbukti dapat mempercepat proses pemulihannya secara signifikan.
”Sejak itu terapi dengan memanfaatkan sarana musik terus dikembangkan dan kemudian diakui oleh European Neurological Association, yang kemudian mendorong diselenggarakannya lebih banyak penelitian ilmiah terhadap sistem terapi ini di berbagai negara,” katanya.
Yang terpenting adalah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Finlandia awal 2008 lalu, yang berhasil membuktikan bahwa penderita stroke yang rajin mendengarkan musik setiap hari, ternyata mengalami peningkatan pada ingatan verbalnya dan memiliki mood yang lebih baik ketimbang penderita yang tidak menikmati musik.
Ada apa dengan angklung
Mengapa sesi terapi dengan bermain musik berefek positif bagi pasien penderita stroke? Menurut Hermawan, secara teoritis, bermain angklung dapat melatih pasien untuk melakukan gerakan menyilang garis tengah (cross midline), misalnya tangan kanan digerakkan ke arah kiri, yang merupakan inti dari senam kebugaran otak yang berkhasiat mengaktifkan jembatan otak (golden bridge). Jembatan ini menghubungkan otak bagian kiri dan kanan,yang akan membantu proses rehabilitasi pasien stroke.
Jika otak kiri adalah pusat bahasa, rasio, matematika, kemampuan baca dan tulis, otak kanan merupakan pusat intuisi dan kemampuan merasakan, memadukan dan ekspresi tubuh seperti menari, menyanyi dan melukis. ”Dalam konteks ini, bermain angklung berarti menggabungkan aktivitas otak kiri (lewat syair lagu) dan otak kanan (tangga nada) sehingga jembatan otak menjadi aktif, ” katanya.
Dengan bermain angklung – yang relatif mudah karena hanya terdiri dari satu tangga nada itu – banyak saraf di otak pasien yang bisa diaktifkan misalnya, saraf motorik tangan saat pasien menggerakkan angklung untuk membunyikan nada tertentu. Bersamaan dengan itu, saraf mata juga akan diaktifakan karena harus memperhatikan instruksi dari dirijen atau saat harus memperhatikan notasi dan teks lagu yang dinyanyikan. Ini sekaligus dapat memperbaiki gangguan verbal (ucapan) dan audio (pendengaran) yang biasa diderita pasien stroke.
“Dengan bermain angkung, saraf mata diintegrasikan dengan saraf bicara, dan saraf gerak. Begitu juga dengan saraf-saraf yang lain. Integrasi saraf inilah ( neuro sensory integration) yang memungkinkan terjadinya proses pemulihan atau rehabilitasi untuk penderita stroke,” jelas Hermawan.
Lebih tenang dan percaya diri
Selain itu, karena melibatkan orang banyak – satu tangga nada bisa dimainkan oleh beberapa orang – bermain angklung sangat baik sebagai sarana untuk bersosialisasi, mengenal lingkungan bagi sesama penderita stroke. ”Penelitian menunjukkan sekitar 50 persen pasien pasca stroke mengalami depresi, cenderung menutup diri, dan enggan bersosialisasi sehingga menghambat proses pemulihannya, ” katanya.
Dengan bermain angklung, sesama insan penderita stroke (IPS) akan didorong untuk saling berinteraksi, dan bertukar cerita satu sama lain sehingga mereka menjadi lebih tenang dan percaya diri. “Bahkan, apa yang ceritakan oleh sesama penderita stroke, biasanya, akan memberikan motivasi yang lebih besar dibandingkan nasehat dokter atau keluarga,” kata Hermawan. Lagi pula, dengan kemampuan bermain angklung, mereka bisa lebih mudah bersosialisasi dengan lingkungan keluarga dan masyarakat. (Sumber Nirmala)

http://sweetspearls.com/health/manfaat-bermain-angklung-untuk-terapi-pasca-stroke/

Terapi Intravena Deksametason untuk Meningitis

KILAS – Edisi November 2010 (Vol.10 No.4)
________________________________________
http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=1901
Penerapan terapi intravena (I.V) pada orang yang terinfeksi meningitis memang telah diperdebatkan karena dalam beberapa penelitian besar, hal tersebut terbukti tidak efektif. Tapi sebuah temuan baru dari para peneliti Belanda menemukan bahwa temuan yang kemudian disebut dengan deksametason ini dapat memutus risiko kematian akibat bakteri meningitis.
“Temuan kami menampilkan bukti berharga yang menunjukkan bahwa deksametason efektif pada kasus meningitis bakteri bagi orang dewasa, dan mestinya terapi ditindaklanjuti untuk digunakan,” ujar Diederik van de Beek, MD, PhD, penulis studi dari Academic Medical Center, University of Amsterdam di Belanda dan anggota American Academy of Neurology dalam edisi online medical journal of the American Academy of Neurology, 29 september 2010.
Demi kepentingan studinya, para peneliti mengevaluasi 357 orang Belanda berusia 16 atau lebih tua yang mengidap meningitis pneumokokus antara tahun 2006 dan 2009. Sebanyak 84 persen dari orang-orang ini kemudian diberi deksametason melalui intravena dengan atau sebelum dosis pertama antibiotik. Hasilnya dibandingkan dengan hasil studi sebelumnya dari 352 orang yang mendapat perawatan meningitis bakteri pada 1998-2002.
sebelum guideline Belanda menyarankan penggunaan dexamethasone. Dalam penelitian tersebut, hanya tiga persen dari orang-orang itu yang diberi deksametason.
Dalam kedua studi, para peserta dinilai berdasarkan skor penilaian satu sampai lima. Skor satu untuk kematian, dua untuk koma, tiga untuk cacat berat, empat untuk cacat sedang dan lima untuk cacat ringan atau tidak ada cacat. Dalam studi terbaru, hanya 39 persen memiliki “hasil yang tidak menguntungkan,” atau skor empat, dibandingkan 50 persen dalam kelompok studi sebelumnya.
Studi ini menemukan bahwa tingkat kematian bagi mereka yang diberi deksametason adalah 10 persen lebih rendah dibandingkan pada mereka dalam kelompok studi awal. Tingkat gangguan pendengaran juga hampir 10 persen lebih rendah bagi mereka dalam kelompok studi nanti.
Meningitis bakteri atau radang selaput otak dan sumsum tulang belakang dikategorikan sebagai keadaan darurat medis. Meningitis didiagnosis dengan kultur bakteri yang diambil dari cairan tulang belakang atau dengan mengamati perubahan dalam cairan tulang belakangi.
Meningitis bakteri dapat mematikan, atau mengakibatkan gangguan pendengaran, kerusakan otak dan ketidakmampuan belajar. Di antara berbagai jenis meningitis bakteri, meningitis pneumokokus merupakan bentuk yang paling umum dan paling berat. Diperkirakan bahwa sekitar 25 sampai 30 persen orang meninggal akibat penyakit tersebut.
Gejala meningitis bakteri adalah kekakuan leher, demam dan keadaan mental yang berubah. Meningitis bakteri harus diobati dengan antibiotik selain obat seperti deksametason, yang merupakan obat dari kelas glukokortikosteroid.
Musik live digunakan di rumah sakit setelah kedua dari Perang Dunia, sebagai bagian dari rezim untuk beberapa tentara pulih. Klinis terapi musik di Inggris seperti yang dipahami saat ini dipelopori di 60-an dan 70-an dengan pemain cello Perancis Juliette Alvin, yang pengaruhnya pada generasi saat ini dosen terapi musik Inggris tetap kuat.
Mary Priestley, salah satu mahasiswa Juliette Alvin, datang untuk menemukan / menciptakan “terapi musik analitis”. terapi musik analitis adalah bentuk terapi musik yang bersama-sama dengan Sekolah Nordoff-Robbins Music Therapy, membentuk dua bentuk utama dari terapi musik yang digunakan saat ini.
Mary Priestley buku”Musik Terapi di Aksi”, pertama kali diterbitkan oleh polisi dan perusahaan © 1975 (ISBN 0-09-459900-9) dan””Esai tentang Terapi Musik Analitik, Penerbit Barcelona © 1994 (ISBN 0-9624080 -2-6) merupakan bagian dari pekerjaan inti saja untuk siswa dari terapi musik analitis seluruh dunia.
Pendekatan Nordoff-Robbins untuk terapi musik dikembangkan dari karya Paulus Nordoff dan Clive Robbins di 1950/60s. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa semua orang dapat merespon musik, tidak peduli seberapa sakit atau cacat.
Kualitas unik musik sebagai terapi dapat meningkatkan komunikasi, perubahan dukungan, dan memungkinkan orang untuk hidup lebih resourcefully dan kreatif. Nordoff-Robbins sekarang menjalankan sesi terapi musik di seluruh Inggris, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Australia dan Jerman. Kantor pusatnya berada di London di mana ia juga menyediakan pelatihan dan program pendidikan lebih lanjut, termasuk satu-satunya PhD dalam terapi musik yang tersedia di Inggris.
Musik terapis, banyak dari mereka bekerja dengan model improvisatory, aktif khususnya di bidang anak dan pembelajaran orang dewasa cacat, tetapi juga di psikiatri psikiatri dan forensik, geriatri, perawatan paliatif dan daerah lainnya.
Praktisi terdaftar dengan profesi Kesehatan Dewan dan dari 2007 pendaftar baru biasanya harus memegang gelar master dalam terapi musik.
Ada beberapa program tingkat master dalam terapi musik di Bristol, Cambridge, Cardiff, Edinburgh dan London, dan ada terapis seluruh Inggris.
Tubuh profesional di Inggris adalah Asosiasi Profesional Therapist Musik sedangkan Masyarakat Inggris untuk Musik Therapy adalah amal memberikan informasi tentang terapi musik.
Pada tahun 2002, Kongres Dunia Musik diadakan di Oxford, dengan tema Dialog dan Debat.
Pada bulan November 2006, Dr Michael J. Crawford dan koleganya lagi menemukan bahwa terapi musik membantu hasil dari penderita skizofrenia.
Pada tahun 2009, ia dan timnya meneliti kegunaan musik improvisasi dalam membantu pasien dengan agitasi dan juga mereka dengan demensia.